Sabtu, Oktober 18, 2008

Hukum pun Terlanda Otonomi

RUU KUHP, yang sudah 20 tahun digarap, dituntut untuk menampung syariat Islam. Bisakah hukum di daerah berbeda dengan hukum nasional?


SEBENTAR lagi Indonesia akan punya hukum pidana buatan sendiri. Dengan demikian, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) warisan parlemen Belanda pada akhir abad ke-19, yang diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1918, tinggal sejarah. Rancangan undang-undang (RUU) pengganti KUHP segera dirampungkan oleh Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Rencananya, RUU itu akan disampaikan ke Presiden pada akhir Januari 2002, untuk kemudian diajukan ke DPR.

Namun, calon hukum pidana nasional ciptaan dalam negeri itu punya ganjalan serius. Kini RUU KUHP, yang sudah memuat ratusan pasal pidana, dituntut pula untuk mencantumkan syariat (hukum) Islam, dalam hal ini pidana Islam--menggunakan istilah pidana pada hukum Barat. Tentu hal ini amat mengentak. Bagaimana mungkin hukum pidana yang berlaku untuk semua warga Indonesia dan di wilayah Indonesia akan memuat hukum pidana khusus bagi kalangan Islam?

Selama ini, sejak Indonesia merdeka, praktis pidana Islam tak diberlakukan. Sedangkan hukum perdata Islam--juga dengan terminologi perdata hukum Barat--tetap dilaksanakan melalui pengadilan agama. Perkara perdata Islam menyangkut perkawinan (termasuk perceraian), waris, wasiat, hibah, dan wakaf. Tak aneh, bila pidana Islam diberlakukan, orang pun membayangkan hukuman yang menyeramkan, seperti rajam bagi pelaku perzinaan dan potong tangan terhadap pencuri.

Secara formal, baru Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang menuntut pemberlakuan pidana Islam. Hal itu bisa dimengerti lantaran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Aceh telah memberikan keleluasaan bagi daerah Serambi Mekah itu untuk mengatur dirinya sendiri, termasuk menerapkan syariat Islam. Di Aceh, kabarnya, sedang disiapkan peraturan daerah yang disebut Qanun untuk mengatur syariat Islam.

Namun, selain di Aceh, ternyata tuntutan syariat Islam bergema di Provinsi Sulawesi Selatan serta di Kabupaten Cianjur dan Garut di Jawa Barat. Memang, tuntutan di ketiga daerah ini belum dituangkan lewat undang-undang, tapi baru secara politis, antara lain lewat gelombang demonstrasi ke DPRD.

Tak terbayangkan bila daerah lain menuntut hal serupa. Padahal, secara teoretis, kalau urusan hukum (dan peradilan) serta keuangan, keamanan, dan luar negeri ditangani langsung oleh daerah, itu mirip ciri-ciri negara federal.

Salah seorang anggota tim penyusun RUU KUHP, Andi Hamzah, mengaku tak sependapat bila hukum pidana suatu daerah berbeda dengan hukum nasional. Sekadar persoalan kecil yang bisa terjadi: bagaimana bila orang yang dituduh melakukan delik di daerah itu berasal dari daerah lain? “Hukum pidana tak bisa diotonomikan. Harus ada unifikasi, satu hukum pidana untuk seluruh Indonesia,” kata Andi Hamzah.

Kalaupun mau dicari perbandingannya, Andi menambahkan, itu seperti yang diterapkan Cina, dengan membolehkan daerah otonom menambah beberapa pasal untuk tindak pidana tertentu. “Itu pun harus disetujui dulu oleh DPR pusat,” ujarnya. Bisa pula daerah melengkapinya dengan pidana tambahan, misalnya denda. Contohnya adalah hukuman khusus di Bali bagi pelaku yang menyetubuhi hewan. Bali boleh menerbitkan peraturan daerah bersanksi denda untuk delik tersebut.

Lain lagi pendapat koordinator Konsorsium Reformasi Hukum Nasional, Firmansyah Arifin. Menurut Firmansyah, sebaiknya syariat Islam jangan ditilik dari aturan materiil berupa pasal-pasal dan ancaman hukumannya, tapi dikaji dari sisi spiritnya, seperti asas keadilan, persamaan hukum, dan toleransi. “Kalau pemahaman spirit syariat Islam yang dikedepankan, tentu tak mengkhawatirkan,” ujar Firmansyah.

Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Daerah Aceh, M. Nasir Jamil, menyatakan bahwa Qanun belum disiapkan untuk mengatur hukum pidana Islam seperti potong tangan dan rajam. “Aceh masih bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, hukumnya akan disesuaikan dengan KUHP nasional,” ujar Nasir.

Kontan pernyataan Nasir ditentang oleh salah seorang anggota tim penyusun Qanun Aceh, Al Yasa Abu Bakar. Kata Al Yasa, tak ada masalah bila hukum pidana di Aceh berbeda dengan KUHP nasional. “Kalau KUHP bisa menampung aspirasi masyarakat Islam, kami akan merujuknya. Kalau tidak, hukum yang berlaku di sini yang digunakan, sesuai dengan wewenang otonomi khusus Aceh,” ujar ahli hukum Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, Aceh itu.

Dengan catatan, kata Al Yasa, syariat Islam hanya berlaku bagi pemeluk Islam. Bagi nonmuslim tetap berlaku hukum pidana nasional. Bagaimana bila terjadi benturan antara syariat Islam dan KUHP?

Agaknya, tuntutan pemberlakuan syariat Islam, menurut Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan di Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Abdul Gani Abdullah, akan diakomodasi dalam RUU KUHP. Alasannya, RUU KUHP yang sudah digarap sejak 20 tahun lalu itu belum mengantisipasi perubahan politik yang terjadi secara drastis setelah Orde Baru tumbang, termasuk perkembangan otonomi khusus Aceh dan pemberlakuan syariat Islam. Lagi pula, “Urusan perdata Islam dan pengadilan agamanya kan sudah jalan. Tinggal sekarang pidana Islamnya,” kata Abdul Gani.

Adapun soal posisi syariat Islam, menurut Abdul Gani, itu akan menjadi semacam aturan khusus (lex specialis) terhadap KUHP, yang merupakan aturan umum (lex generalis). Aturan khusus dimaksud tak lain Qanun di Aceh ataupun Perbasus di Papua. “Daerah tetap menjalankan KUHP nasional, bersamaan dengan hukum khusus mereka. Kalau aturan khusus sudah diakomodasi dalam KUHP, tentu tak perlu lagi ada penamaan syariat Islam,” kata Abdul Gani, yang juga guru besar hukum Islam di IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

Ahmad Taufik, Darmawan Sepriyossa (Jakarta), Zainal Bakri (Lhokseumawe)

---ini tulisan 6 tahun yang lalu, dimuat Majalah Tempo, 14 Januari 2002--

Cuci Tangan demi Sehat

Jangan pernah sepelekan cuci tangan pakai sabun. Menurut data Badan Kesehatan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO), lebih dari 3,5 juta anak setahun tak sempat merayakan ulang tahun kelima, karena penyakit yang disebabkan oleh tangan kotor. Untuk itulah, Rabu pekan ini, kegiatan tersebut untuk pertama kalinya diperingati sebagai Hari Cuci Tangan dengan Sabun Sedunia.

Menurut dokter spesialis penyakit perut dan pencernaan (gastroenterohepatologi) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Ari Fahrial Syam, perilaku mencuci tangan sangat penting untuk mencegah penyakit. Infeksi saluran pencernaan, seperti diare, merupakan salah satu penyakit akibat tidak mencuci tangan dengan benar. Misalnya, seseorang setelah buang air besar atau kecil, tangannya membawa bakteri, bisa berupa cacing atau bakteri lainnya.

Begitu juga tangan yang tercemar setelah memegang sesuatu, misalnya komputer atau barang-barang yang dipegang banyak orang. “Nah, saat makan, karena tak mencuci tangan yang benar, bakteri masuk ke dalam mulut dan saluran pencernaan yang kemudian mengakibatkan sakit,” kata Ari.

Diare menjadi penyebab kematian kedua yang paling umum pada anak-anak usia di bawah lima tahun. Ada 30 penelitian yang dipublikasikan Jurnal Kedokteran Inggris (British Medical Journal) pada November 2007, yang membuktikan cuci tangan dengan sabun dapat memangkas angka penderita diare hingga 50 persen. Berdasarkan penelitian tersebut, mencuci tangan dengan sabun, 44 persen lebih efektif menurunkan angka penderita diare dibanding cuci tangan dengan air olahan untuk minum (39 persen) dan sanitasi (32 persen).

Penyakit lain yang mudah muncul akibat tidak cuci tangan dengan sempurna adalah infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau batuk. “Bersin, membersihkan ingus di hidung, atau melakukan kontak tangan dengan orang yang tercemar virus akan menyebabkan penyakit itu,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia itu.

Infeksi saluran pernapasan atas merupakan penyebab utama kematian anak-anak di bawah lima tahun. Mencuci tangan dengan sabun melepaskan patogen (kuman penyakit) pernapasan yang terdapat pada tangan serta menghilangkan kuman lainnya, terutama virus entrentic yang menjadi penyebab penyakit tersebut.

Penelitian lain yang dipublikasikan Cochrane Library Journal edisi Oktober 2007 menemukan mencuci tangan dengan air dan sabun adalah cara sederhana dan efektif untuk menahan virus infeksi saluran pernapasan atas, dari virus flu sehari-hari hingga virus pandemik yang mematikan. Penelitian di Pakistan membuktikan mencuci tangan dengan sabun mengurangi infeksi saluran pernapasan yang berkaitan dengan infeksi paru (pneumonia) pada anak di bawah lima tahun hingga lebih dari 50 persen.

Penelitian juga membuktikan, selain diare dan infeksi saluran pernapasan, penggunaan sabun dalam mencuci tangan mengurangi penyakit kulit, infeksi mata, seperti trakom dan cacingan.

Dokter Ari mengingatkan membersihkan tangan sebaiknya dengan air mengalir. “Jangan air yang menetap, apalagi di tempat kecil,” katanya. Selain itu, lap sebaiknya yang sekali pakai, jangan yang digunakan berkali-kali, apalagi dipakai orang lain. “Khawatir justru setelah mencuci tangan dengan benar, karena lapnya kotor, malah menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Penetapan Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia 15 Oktober merupakan hasil pertemuan tahunan Air Sedunia, Agustus lalu, di Stockholm, Swedia, seiring dengan penunjukan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa 2008 merupakan Tahun Sanitasi Internasional.

Di Indonesia, pemerintah meluncurkan Kampanye Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun sejak April 2007. Menurut Deputi II Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Dokter Emil Agustiono, kampanye itu merupakan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan akhirnya mewujudkan masyarakat Indonesia sehat pada 2010. Semoga ini bukan sekadar lip service dan kampanye klise.

Ahmad Taufik

(dimuat majalah Tempo edisi 10-17 Oktober 2008)

Berdamai dengan Asam Urat

Asam urat bukan sekadar penyakit persendian, tapi bisa menyerang jantung dan ginjal. Karena gaya hidup tak sehat, jumlah penderitanya makin meningkat.

Wakil Direktur PLN Rudiantara kini lega, walaupun dia harus berpantang menyantap sejumlah makanan yang pernah menjadi kegemarannya. “Saya kini tak lagi makan jeroan atau produk yang terfermentasi dan diasinkan. Kacang-kacangan juga saya batasi," ujarnya. Namun itu pengorbanan yang tidak seberapa bila dibanding rasa nyeri luar biasa yang menyerang beberapa persendiannya hingga dua bulan lalu. Dia sampai tidak bisa bergerak. "Bagian yang terserang bengkak-bengkak dan rasanya ngilu," kata Rudiantara kepada Gabriel Wahyu Titiyoga dari Tempo.

Riwayat penyakit asam uratnya memang bukan hal baru, yaitu bercokol sejak 1992. Kegemarannya bermain sepak bola juga semakin menambah risiko asam urat. Sebab, ada semacam kristal yang mengendap di sendi-sendi yang pernah mengalami trauma akibat olahraga tersebut. Meski kerap terserang ngilu persendian, Rudi biasanya tak terlalu menghiraukannya. Hingga pada 2004, lututnya dioperasi. “Dari sana keluar kristal-kristal berbentuk seperti kapur,” katanya.

Menurut Rudi, penyakit asam urat yang menyerang dirinya itu disebabkan oleh kemampuan metabolisme organ tubuh yang kurang baik. Purin--turunan nukleoprotein, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang ada di inti sel-sel tubuh--yang seharusnya dikeluarkan lewat air seni atau keringat tidak maksimal terbuang. Akhirnya dia bercampur darah dan mengendap di persendian.

Purin sendiri sebenarnya sudah ada dalam tubuh manusia dan semua makanan dari sel hidup, yaitu tanaman dan hewan. Jadi asam urat secara alamiah merupakan hasil metabolisme--sehingga setiap orang memiliki asam urat, tapi kadarnya tak boleh berlebih. Karena tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan sehari-hari, hanya butuh 15 persen purin dari makanan.

Nah, karena purin merupakan hasil dari metabolisme tubuh, Doktor Bambang Setiyohadi mengingatkan, orang dengan kadar asam urat tinggi harus hati-hati dengan penyakit yang berhubungan dengan metabolisme. Apa saja? Jantung, kencing manis, dan penyakit yang berdampak langsung pada ginjal. “Yang paling kami takutkan, asam urat itu mengendap di ginjal. Kalau cuma di sendi menjadi rematik, orang cuma enggak bisa jalan. Tapi, jika mengendap di ginjal, bisa bikin gagal ginjal, cuci darah, akibatnya bisa meninggal,” kata Ketua Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. Karena itu, kadar asam urat tinggi tak bisa disepelekan agar purin tak mengendap di ginjal.

Asam urat, menurut dokter spesialis reumatologi ini, asalnya dari dalam darah, masuk ke dalam sendi, lalu dibuang lewat ginjal. “Makanya orang dengan sakit ginjal kadang-kadang asam uratnya tinggi, bukan karena ginjalnya menghasilkan asam urat, tapi karena asam uratnya tak bisa dibuang,” ujar Bambang.

Secara umum manusia mengeluarkan asam urinat--sebelum menjadi purin--sebagian besar lewat ginjal dan 80 persen keluar bersama air seni. Sebagian besar sisanya diubah oleh metabolisme dan sebagian kecil diubah oleh bakteri usus. Dengan menjaga pola makan sehat, limbah purin yang melalui ginjal berjumlah 400 sampai 500 miligram per 24 jam. Bila diet lebih ketat lagi, limbah yang keluar 700 miligram. Penimbunan terjadi jika produksi asam urat berlebih dan limbah yang keluar lebih sedikit.

Selain itu, asam urat tinggi biasa menyerang laki-laki, yang cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Adapun pada perempuan, asam urat tinggi menyerang setelah menopause. Ini karena perempuan dilindungi hormon estrogen--yang mampu membantu membuang purin--sedangkan laki-laki tidak. Nah, setelah menopause, hormon tersebut tak lagi hadir.

Tempat nongkrong yang disukai asam urat terutama di pangkal jempol kaki, pergelangan kaki, dan lutut. Bila sudah parah, bisa juga bersarang di pergelangan tangan dan siku. Operasi, seperti yang dialami Rudi, menurut Bambang, tidak menjamin asam urat yang mengkristal tak tumbuh lagi. “Operasi mengeluarkan kristal cuma bersifat kosmetik,” ujarnya.

Menurut dokter yang biasa menangani penderita asam urat, Suryo Wibowo, seseorang dengan kadar asam urat tinggi di dalam darahnya disebut hyperuricemia, yang digolongkan primer dan sekunder. Yang primer tidak diketahui penyebabnya, karena terkait dengan faktor genetik atau hormonal.

Adapun yang sekunder, penyebabnya bisa diketahui. Misalnya pada pasien kanker yang mendapat kemoterapi, sel-sel kanker banyak yang mati, yang normal pun sebagian mati. Sel yang mati ini pecah, inti selnya pecah, DNA-nya keluar, purinnya juga keluar. “Nah, ditambah purin dari makanan, tambah tinggilah kadar asam urat,” dia menjelaskan.

Kadar asam urat yang tinggi juga bisa berubah menjadi penyakit darah tinggi, menyerang jantung, menyebabkan stroke, kencing manis, dan merembet ke organ tubuh lainnya. Dalam kasus penyakit jantung koroner, asam urat menyerang endotel--lapisan bagian paling dalam pembuluh darah besar. Jika endotel mengalami disfungsi atau rusak, akan menyebabkan penyakit jantung koroner. “Ini terjadi terutama berkaitan dengan kolesterol,” kata Suryo.

Karena itu, pemeriksaan penyakit asam urat harus komprehensif. “Harus dilihat penyulitnya,” katanya. Jika penyulitnya ada pada sendi atau radang sendi--dikenal sebagai gout--yang memeriksa adalah ahli reumatologi. Bila efek sampingnya ke ginjal, harus dikonsultasikan ke ahli urologi. Jalan keluarnya bisa dengan operasi (dibedah) atau ditembak. “Memang tumpang-tindih. Sebagai dokter, kalau ketemu pasien dengan hasil cek asam urat tinggi, harus berpikir balik, jangan-jangan pada pasien itu ada gangguan jantung, kencing manis, atau ginjal,” ujarnya.

Nah, tentu saja, yang terpenting adalah menjaga kadar asam urat agar berada di batas normal: 7 miligram per 100 mililiter. Caranya, baik menurut dokter Bambang maupun Suryo, adalah menjalani pola makan sehat dengan menghindari makanan dan minuman dengan kadar purin tinggi. Apa saja? Jeroan, udang, cumi, kepiting, kerang, ikan teri, makanan kaleng, seperti sarden dan kornet, serta minuman beralkohol. “Saya tak akan memberi obat dulu. Jika berhasil dengan diet, ya, diet saja cukup,” kata Bambang.

Melihat penyebab utama penyakit asam urat adalah pola makan tak sehat, tak mengherankan bila jumlah penderitanya cenderung meningkat--sejalan dengan gaya hidup modern yang cenderung tak sehat. Baru-baru ini ada kabar bahwa hasil pemeriksaan kesehatan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Minahasa, Sulawesi Utara, 2009, sebanyak 80 persen mengidap penyakit asam urat.

Ini jelas berkaitan dengan asupan makanan mereka. Menurut penelitian ahli reumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Harry Isbagio, penduduk di daerah Manado-Minahasa memiliki prevalensi tinggi terjangkit penyakit asam urat. Ini karena kebiasaan mereka mengkonsumsi makanan laut tertentu dan alkohol. Di dunia, suku bangsa yang paling tinggi prevalensi asam uratnya adalah suku Maori di Selandia Baru.

Ahmad Taufik

Infografik

Golongan Makanan

- Purin tinggi (150-800 miligram per 100 gram makanan): hati, ginjal, otak, jantung, paru, dan jeroan lain, udang, remis, herring, sarden, dendeng, kornet, abon, ragi, serta makanan dalam kaleng.
- Purin sedang (50-150 miligram per 100 gram makanan): ikan (yang tidak termasuk golongan di atas), daging sapi, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
- Purin rendah (0-50 miligram per 100 gram makanan): keju, susu, telur, sayuran (bukan golongan purin sedang), buah-buahan.

Tip Menjaga Kadar Asam Urat:
- Pilihlah makanan Anda.
- Turunkan berat badan.
- Perbanyak minum air putih.

(dimuat Majalah Tempo Edisi 10-17 Oktober 2008)

Jumat, Oktober 17, 2008

Toriq Hadad : Antara Stroke dan Buah Hati

Dua tahun setelah Tempo dibredel, pada 1996 saat main Tenis di lapangan tenis tak jauh dari rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang, darah keluar dari hidungnya. Mimisan? Hus! Bukan. Pembuluh darah pecah. Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter menemukan penyumbatan. Toriq Hadad divonis kena bloedrek alias darah tinggi.

Boleh dikata, lelaki kelahiran Surabaya, Jawa timur 22 April 1960 terkenal menjaga pola hidup sehat, tidak merokok, minum-minuman beralkohol, menjaga makanan dan banyak berolah raga dibanding rekan-rekan jurnalis lainnya. Maklum Toriq pernah memegang rubrik olah raga di Majalah Tempo sebelum dibredel.

Apakah sakit darah tinggi gara-gara tempo dibredel? “Bisa juga karena stress gak bisa nulis, campur aduk, capek juga, kondisi keuangan gak jelas pula,”ujar pria lulusan Institut “Publisistik” Bogor (IPB).

Tak salah menjelang Tempo terbit kembali, 1998, GM mengajak bertemu. Dalam pertemuan itu, bercerita dihubungi Menteri Penerangan Yunus Yosfiah untuk menerbitkan Tempo kembali. Yunus mensyaratkan GM yang memimpin majalah itu, walau hanya sebentar. “GM sebenarnya sudah males, tapi karena desakan banyak pihak dan syarat itu dia sepakat,”katanya.

Dalam pertemuan berdua itu GM bercerita tentang rencana kepemimpinan di Tempo mendatang. “Setelah dia memimpin sebentar, dilanjutkan oleh BHM, saya diminta menjadi Redaktur Eksekutif,”katanya. TH, begitu nama singkatanya, memang termasuk anak “emas” yang dipersiapkan GM ke depan. “Proses kaderisasi sudah lama dilakukan dalam institusi Tempo. Memilih BHM sebagai pemred, itu sudah disiapkan sejak lama. Tidak tiba-tiba. Tidak bisa hanya satu orang di Tempo memilih satu orang. Semua ditetapkan dalam proses, bersama-sama,”ujar GM dalam pertemuan besar dengan awak Tempo bulan lalu.

Hadiah ulang tahun kedua Tempo terbit, Toriq kena serangan stroke ringan. Gara-gara pengobatan bloedrek yang tak tuntas. Dokter memutuskan harus operasi by-pass jantung. Bekas pemain bola kesebelasan Pasuruan itu segera diterbangkan ke Epworth Hospital Melbourne. Tepat Hari Angkatan Bersenjata, 5 Oktober 2000 operasi dimulai, dan sukses. “Sekitat ingga minggu saya di negeri kanguru,” katanya.

Ada duka, datang pula suka. Ndilalah empat tahun setelah itu, 2004, setelah 15 tahun menikah sejak 1988, isterinya Devi A.Sari melahirkan putera, Hafez Mohamad Hadad. Setelah sebelumnya, sempat keguguran lima kali. “Saat itu mungkin sudah punya cukup waktu luang, untuk memikirkan keluarga dan uang yang cukup, kalau dulu saat Tempo dibredel bener-bener jungkir balik,”kata Toriq. Alhamdulillah!

--original version-- dipersembahkan untuk 10 tahun Tempo terbit kembali--

10 Tahun Tempo Kembali : Diaspora, Bertahan Melawan Rayuan Rezim

Diaspora, Bertahan Melawan Rayuan Rezim

Selasa, 21 Juni 1994, menjadi hari kiamat bagi sebagian awak Majalah Tempo. Tak terbayangkan tempat mencari nafkah tiba-tiba diputus mendadak oleh pemerintah. Padahal, pemerintah saja belum sanggup mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin hari semakin tinggi. “Saya sedih sekali, saya menangis di rumah. Saya merasa sia-sia, seolah perjuangan kami menaikkan martabat bangsa tidak dihargai pemerintah,”ujar Yuli Ismartono. Saat Tempo dibredel wartawati perang itu menjabat koordinator liputan luar negeri.

Usaha Tim tiga dan Tim lima yang dibentuk direksi dan karyawan untuk mencari penerbitan baru pengganti wadah mengais rejeki, tak menampakkan hasil yang memuaskan. Pemerintah melalui Departemen Penerangan yang dipimpin Menteri Harmoko, masih marah. Karena awak Tempo beserta elemen masyarakat lainnya turun ke jalan memprotes pembungkaman itu. “Memang, begitu dibredel, kami melawan,”kata Toriq Hadad, Kepala Biro Jakarta waktu itu.

Politik penjajah, divide et impera, pecah belah pun menjadi taktik. Tim 3 yang beranggota direksi ; Mahtoem, Heri Komar, dan Lukman Setiawan didekati konglomerat kolega Cendana, Bob Hasan membuat majalah “pengganti”, Gatra. Bob yang sudah “membina” sejumlah awak Tempo, menjiplak abis perwajahan majalah berita mingguan nomor wahid di Indonesia zaman itu. Termasuk “merampok” karyawan dan beberapa aset lainnya. “Teman-teman yang sudah di sana duluan, nge-move, saya nggak tahu motivasinya, uang atau entah apa?. Gak semua orang Tempo bisa masuk, tapi dilitsus. Yang di-blacklist adalah teman-teman penandatangan Deklarasi Sirnagalih dan yang terlibat peristiwa Bandung,”kata Moebanoe Moera.

Deaklarasi Sirnagalih 7 Agustus 1994 adalah pendirian Aliansi Jurnalis Independen (AJI), tandingan organisasi wartawan buatan pemerintah Persatuan wartawan Indonesia (PWI), sedangkan Peristiwa Bandung yang disebut Kang Banoe itu terjadi selepas Tempo dibredel. Pasukan Kantor Biro Tempo di Bandung, mengibarkan bendera hitam setengah tiang, tanda berkabung. Kebetulan Soeharto berkunjung ke kota kembang, meresmikan proyek pesawat Tetuko di IPTN. Mobil rombongan pemimpin rezim orde baru itu melewati kantor biro Tempo di Jalan Pasteur, waktu itu Kepala bironya Happy Sulistyadi. “Ributlah intel-intel dan pihak berwajib di Bandung, Happy pun sempat diperiksa Bakorstanasda Jawa Barat,” ujar Banoe.

Dua direksi yang disebut dukuan sekarang sudah almarhum, menjadi pemimpin tertinggi di perahu baru buatam rezim Suharto itu. Tapi tak semua orang bisa dibeli. “Buat apa bergabung dengan Gatra, banyak yang bisa kita lakukan di luar ; bikin buku atau apa saja,”kata Liston P. Siregar, seperti ditirukan Tri Watno Widodo, bagian pra cetak Tempo.

Tri dan teman-teman lain yang menolak bergabung dengan raja perambah hutan lebih baik hidup berserakan. “Kami tak mau hidup di atas penderitaan orang lain, dan tunduk pada penindasan,”ujar lelaki yang bergabung di Tempo sejak 1983. Bagai air mengalir, semua orang bergerak mencari penghidupan, sesuai pergaulan masing-masing. “Di masa pembredelan itu, kita bergerak sendiri-sendiri,”ujar Yusril Djalinus. Menurut Andi Reza Rohadian yang kini bekerja di Majalah Trust, pasca dibredel, Goenawan Mohamad (GM) menyediakan sekoci-sekoci. “Ada yang ke Swa, Forum, bahkan ke majalah Medika,” katanya.

Dua kelompok besar membagi bekas Tempo. Pertama, gerombolan X-T (eks Tempo) dipimpin R Ahmed Kurnia Soeriawidjaja alias Utun bersama Rudi P. Singgih, menggarap Koran milik TNI AD, Jayakarta, lalu Sinar Pagi Minggu, lembaran kriminal di Media Indonesia yang terbit tiap Rabu, Delik sampai Majalah Pilar yang bermarkas di sebuah bedeng di kawasan Sudirman Central Bisnis Distrik, Jakarta Selatan, milik Artha Graha.

Gerombolan kedua berkumpul di Tebet Timur Dalam, bergabung dalam PT. Reksa Mitra Berjaya (RMB). Disanalah bercokol Sri Malela Mahargasarie, Ivan Haris Prikurnia dan kawan-kawan. “Tebet itu awalnya tempat pengungsian, lebih dari 100 orang Tempo, yang nggak mau ke Gatra atau nggak punya pilihan lain karena masalah umur dan skill. Tebet menjadi rumah idealisme kami. Dalam perjalanannya, ternyata menjadi rumah bisnis yang menjanjikan,”ujar Banoe. Bagi bekas disainer grafis Tempo Mulyawan, Tebet seperti Tempo adalah sebuah padepokan dunia persilatan, “ada pendidikan, pelatihan, dan juga penghianatan.”

Dari Tebet menggarap sejumlah proyek antara lain Media Indonesia edisi Minggu, konsultan in house magazine, percetakan buku dan rencana menerbitkan majalah, sebagai core bisnis. Menurut Bambang Aji, dalam setahun, omset yang diraup Tebet sekitar Rp 1 miliar. Antara lain dari kontrak mengelola Media Indonesia Minggu sekitar Rp 65-70 juta sebulan. “Saya appreciate sekali sama Surya Paloh saat itu berani melawan Departemen Penerangan dengan mempekerjakan para eks Tempo,” kata Malela. Bahkan Media Indonesia sempat mendapat teguran dari orde baru, karena menulis dengan keras menjelang ulang tahun Soeharto.

Proyek-proyek lain seperti media internal perusahaan, Majalah Arwana, laporan keuangan perusahaan, promo kit, sablon kaus, sampai membuatkan makalah jenderal-jenderal di Lemhanas. “Gaji kami dikumpulin, termasuk sumbangan dari teman-teman yang bekerja di Neraca dan Forum, lalu dibagi rata,”ujar Banoe.

Remahan lain, selain dua besar itu memang Harian Neraca dan Majalah Forum. Toriq bersama Isma Sawitri, Liston, Dwi Setyo Irawanto alias Siba dan Muhammad Cholid. Harian milik Sekretaris Jenderal PWI, almarhum Zulharmans. Nyonya Zulharman yang memimpin koran ekonomi itu, menerima para eks Tempo dengan sistem kontrak per enam bulan. “Kami mengisi halaman satu, penilaiannya bagus. Memang, disitulah kembali menjadi reporter dan menulis sendiri. Tulisan diedit oleh Mbak Isma,”ujar Toriq.

Namun, belakangan setelah 13 orang eks Tempo keanggotaannya di PWI dicabut, Ibu Zulharmans juga ditekan PWI dan Departemen Penerangan untuk memecat dan tidak memperkerjakan orang-orang eks Tempo. Setiap rapat Ny. Zulharman disinggung, dan sehingga pada kontrak enam kedua tak diperpanjang. “Saya termasuk yang dipanggil langsung oleh ibu Zulharmans menceritakan mengenai tekanan itu. Tapi dari Neraca, hingga kini kami mendapat hubungan baik dengan pemrednya Masmiar Mangiang,”katanya.

Kekejaman PWI dan Deppen mengusik hak hidup orang memang keterlaluan. Seorang kawan eks Tempo yang tak lagi bergelut di dunia jurnalistik, tapi di bursa saham, juga diusulkan dipecat dari tempat kerjanya. “Rezim orde baru memang sejak awal nggak suka dengan semua yang tidak tunduk,”ujar disainer grafis Susthanto, yang masuk Tempo sejak 1985. Banyak perusahaan menolak berkonsultasi dengan PT.RMB ketika mengetahui karyawannya adalah para eks tempo. “Bukopin, pernah hampir kontrak, tapi batal ketika tahu kami bekas Tempo,” kata Malela. Tapi seperti, kata GM, “gak ikut tunduk, ga patheken!”

Sikap tak mengenal menyerah membuat orang Tempo bisa hidup menyebar kemana-mana. Selain Majalah Forum, Matra, D&R, Tabloid Kontan, ada yang ke TV 3 Malaysia, BBC London, SCTV, koresponden Jawa Pos di Los Angeles, Filipina dan Australia. “Yang penting pergaulan,”ujar Bandowo, 63 tahun, bagian “super” umum di Tempo yang bisa mengerjakan apa saja serta ikut menolak tunduk dalam tekanan.

Agar Tempo tetap dikenang saat tiada, Yusril Djalinus, Toriq Hadad, Saiful Ridwan, GM dan rekan-rekan dari Institut Studi Arus Informasi (ISAI) yang bermarkas di Utan Kayu 68 H, merintis situs berita berbahasa Indonesia pertama, Tempo Interaktif. Di gedung tempat kursus bahasa Inggris di Jalan Proklamasi 72, Jakarta Pusat, Toriq membuat pasukan terdiri dari lima mahasiswa dan seorang wartawati Bernas Yogyakarta, Purwani Diyah Prabandari, kini Kepala Biro Tempo di Yogyakarta. Belakangan Bambang Budjono alias Bambu, Wahyu Muryadi yang ada di Forum, dan disainer grafis Gilang Rahadian alias Ugi datang bergabung. Selain terbit di dunia maya, Tempo Interaktif diterbitkan cetak, berbentuk jurnal. Untuk praktisnya, satu cerita utama lainnya wawancara. “Maklum kami memperkerjakan mahasiswa,”ujar Toriq.

Kamis, 21 Mei 1998, Suharto menyatakan mengundurkan diri, setelah huru hara politik dan ekonomi melanda negeri. Peringatan empat tahun pembredelan Tempo 21 Juni 1998, tak lagi cerita tentang kisah duka, tapi sebuncah harapan untuk bisa terbit kembali. “Saya percaya setelah Tempo dibredel itulah beginning of the end dari Suharto,” ujar Yuli Ismartono.

Zulkifli Lubis dan Sekretaris Direksi Nike Rorimpandey mengundang rekan-rekan eks Tempo yang tak bergabung ke Majalah Gatra di Teater Utan Kayu. Dari sanalah dicari kesepakatan untuk menerbitkan kembali Tempo. Sebelumnya Menteri Penerangan Kabinet Presiden B.J.Habibie, Yunus Yosfiah, bertemu dengan eks petinggi Tempo untuk mengembalikan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Tempo yang pernah “dirampas” Menteri Penerangan Harmoko.

Pendapat karyawan bekas Tempo terbelah. Yang sudah mapan di tempatnya saat itu, tak menginginkan Tempo terbit lagi. “Sudah-lah biarkan Tempo jadi legenda,”ujar pihak yang tak setuju Tempo terbit kembali dengan berbagai alasan. Ada yang sudah terikat janji di tempat, seperti Kontan. “Secara moral nggak enak juga untuk meninggalkan Kontan. Kalau semua orang Kontan pergi, bagaimana? Kami merasa hutang budi juga sama Jakob Oetama,”kata Susthanto. Ivan Haris yang sudah asyik di Majalah Forum juga tak setuju. “ Lebih baik Tempo menjadi monumen perjuangan melawan orde baru. Kalau mau, bikin nama baru, jangan Tempo,” katanya.

Begitu juga teman-teman yang merasa sudah firm dengan majalah yang tengah meroket saat itu D&R, pimpinan Bambu. Walaupun Bambu sendiri setuju Tempo terbit kembali. “Tempo harus terbit kembali untuk memberikan berita yang bisa dipercaya masyarakat d itengah banyaknya media-media berita dengan berjuta kepentingan,”katanya. Bambu sendiri tak bergabung ke Tempo, karena bertanggung jawab memimpin Majalah D&R sampai tutup setahun kemudian.

GM, sebenarnya juga termasuk orang yang ragu Tempo terbit kembali, apalagi pake SIUPP segala. “Sebetulnya, ada dilema ketika mau terbit kembali. Kami sudah sepakat dengan AJI, bahwa Tempo kalau terbit lagi tidak usah pakai SIUPP. Tapi, waktu itu kondisi belum memungkinkan. Teman-teman AJI sempat protes, mereka bahkan sempat berniat menggugat Tempo. Tapi, kami putuskan terus terbit,”ujarnya.

GM mendengar suara arus bawah, yang ingin Tempo kembali hadir di tengah-tengah bangsa Indonesia yang sedang mengalami perubahan. Soleh, staf pelayanan perpustakaan misalnya, berjanji akan menyembelih kambing kalau sampai Tempo terbit lagi. “Masak orang kecil saja berani. Kami malah takut,”ujar pemimpin redaksi Tempo.

Pegawai lainnya, Tri Watno bahkan siap menerbitkan Tempo dalam bentuk foto copy, Jika tak ada yang berani menerbitkan Majalah Tempo kembali. “Dari pada diterbitkan orang lain yang tak punya tanggung jawab moral, mending kami bekas Tempo yang nerbitin lagi,”ujarnya kepada penulis waktu itu.

Mulyawan, termasuk orang bekas Tempo yang tak punya sikap. “Terbit lagi syukur, tidak juga tidak apa-apa. Saya memutuskan untuk tetap di Forum saja ketika Tempo menawarkan bergabung lagi,”ujarnya. Mulyawan yang kini bekerja sebagai disainer grafis Majalah Trust berharap bekas Menteri Penerangan Harmoko besok masih bisa membaca kecap dapur Tempo ini. “ Jadi dia bisa tahu. Orang-orang eks Tempo yang menjadi orang hebat di dunia media Indonesia. Kita sebagai orang eks Tempo masih memiliki kebanggaan,”katanya. Bravo.

--original version--edisi edit dimuat Majalah Tempo 20-27 Oktober

Rabu, September 24, 2008

Waspadai Sakit Usai Lebaran dan Tips Sehat Berlebaran

Seusai Lebaran, berbagai penyakit meningkat, termasuk stroke. Makanan dan kegiatan tak terkontrol menjadi penyebab utamanya.
**-
LEBARAN baru sepekan lewat. Tapi Tri Widodo, 45 tahun, harus masuk rumah sakit karena tifus. Dua bulan dia tak bisa bekerja, 21 hari terbaring di rumah sakit, selebihnya dirawat di rumah. “Kayaknya saya kelelahan. Selepas puasa, aktivitas saya langsung digenjot sepuas-puasnya, terutama olahraga kesukaan saya, bulu tangkis,” katanya. Sedangkan makanan yang masuk tak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan.

Itu cerita setahun lalu. Menjelang hari raya Idul Fitri ini, ada baiknya mengingat kisah itu. Sebab, menurut para dokter, banyak orang jatuh sakit setelah berlebaran--terutama seminggu sesudahnya. “Meningkat. Umumnya berhubungan dengan penyakit akibat tidak terkontrolnya makan,” kata dokter spesialis gastroenterohepatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Ari Fahrial Syam.

Sudah tradisi, saat Lebaran segala macam makanan lezat, gurih, dan manis tersedia, baik di rumah maupun tempat yang dikunjungi untuk silaturahmi. Misalnya opor ayam, aneka kue kering dan basah, sirup, sampai minuman bersoda. Nah, jika tergoda mengkonsumsi secara berlebihan, dipastikan penyakit segera menghampiri.

Menurut Ari Fahrial yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), ada tiga kelompok penyakit yang umumnya terjadi pasca-Ramadan dan Idul Fitri. Pertama, penyakit yang timbul pada saat mudik Lebaran, karena berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam hal ini, penyakit yang banyak ditemukan adalah diare. “Karena pada saat mudik orang mengkonsumsi makanan mungkin tanpa memperhatikan kualitas dan kebersihannya,” kata Ari.

Lalu yang berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan atas. Setelah puasa, orang masih lelah, kemudian datang Idul Fitri. “Nah, pada saat berlebaran, mereka kurang istirahat. Dalam keadaan tubuh tidak fit, orang mudah tertular penyakit dari orang lain,” tutur ahli biologi molekuler ini. Penyakit yang gampang menular antara lain flu, batuk, pilek, dan infeksi saluran pernapasan.

Kelompok kedua, penyakit yang muncul karena kambuh. Orang yang sudah memiliki penyakit biasanya bisa mengontrol makanan selama berpuasa. Namun, ketika Lebaran tiba, makanan kurang terkontrol dengan dalih “mumpung Lebaran”, misalnya. Penyakit yang biasanya kambuh antara lain kencing manis (diabetes), hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan (obesitas), dan asam urat. “Seminggu pertama setelah Lebaran, banyak pasien yang datang ke rumah sakit karena stroke,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1990 ini. Menurut Ari, sudah seperti kebiasaan, jumlah orang terkena stroke pasca-Lebaran meningkat.

Kolesterol tinggi memang ditengarai sebagai pemicu berbagai gangguan kesehatan seperti hipertensi, gangguan jantung, hingga stroke. Walau sebenarnya kolesterol merupakan unsur yang dibutuhkan tubuh, kadar yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit. Kadar kolesterol orang sehat berada di bawah 200 mg/dL, dengan kadar kolesterol jahat (LDL) di bawah 130, dan kolesterol baik (HDL) di atas 40. “Penyebab hipertensi antara lain, makanan asin yang dikonsumsi berlebihan,” kata dokter Ari.

Sedangkan pada penderita kencing manis, ketika berpuasa, gula darahnya terkontrol. Namun, tatkala Lebaran tiba, begitu banyak variasi makanan manis. Jika kita tak dapat menahan diri, gula darah pun meningkat. Diabet kambuh. “Asam urat juga kambuh, akibat makan makanan berpurin tinggi seperti usus, ati, ampela, paru, dan otak,” ujar Ari.

Terakhir, kelompok penyakit yang terjadi akibat kurangnya memperhatikan kebersihan lingkungan. Karena tidak ada pembantu, rumah ditinggal mudik dalam keadaan kotor. Ada genangan air, makanan yang tercecer dimakan tikus, dan sampah yang banyak mengundang lalat. Padahal lalat membawa berbagai penyakit infeksi usus, dari diare sampai yang berat seperti demam tifoid. Tikus dapat menyebabkan demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk Aedes aegypti bisa membawa virus DHF, penyebab demam berdarah.

Bagaimana cara mengatasinya? Ari menyarankan agar memperhatikan makanan dan minuman pada saat mudik. Dalam perjalanan, jangan mengkonsumsi makanan jika tak yakin atas kualitas dan kebersihannya. Kalaupun ingin membawa dari rumah, harus diperhatikan paling tidak makanan itu bisa tahan 6 hingga 8 jam setelah dibuat. Jangan sampai masakan yang sudah rusak atau basi dimakan.

Bagi orang yang berpenyakit kronis, Lebaran bukanlah kesempatan melepaskan kendali selepas-lepasnya. Justru kesehatan yang sudah diraih selama sebulan berpuasa wajib dipertahankan. “Jangan karena merasa sehat, lepas, selepas-lepasnya. Bahayanya di situ,” tutur Ari.

Selain itu, banyak juga orang yang berupaya melawan rasa lelah dengan minum vitamin C dosis tinggi. Menurut Ari, penggunaan suplemen juga harus diperhatikan efek sampingnya. Suplemen yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. “Kalau memang merasa asupan makanan tak mencukupi, silakan saja minum suplemen, tetapi harus hati-hati,” ujarnya.

Sebenarnya, penyakit yang timbul akibat merayakan hari raya atau hari libur besar merupakan gejala umum di dunia. Misalnya, ketika Natal, thanksgiving, atau tahun baru, biasanya orang lebih membuka keran kontrol diri. Lebih berbahaya bila orang tidak hanya makan makanan berlemak, terlalu asin dan manis, serta dalam jumlah berlebihan, tapi juga menenggak minuman beralkohol. Ditambah lagi, tingkat depresi biasanya juga meningkat bila musim hari raya atau liburan tiba.

Penyakit yang timbul akibat itu semua antara lain dehidrasi--karena terlalu banyak mengkonsumsi zat amfetamin (ekstasi)--sakit kepala, mulut kering, sensitif cahaya lampu, mudah terangsang, dan ketagihan tidur (mengantuk). “Di mana pun berada, semuanya kembali berpulang pada apa yang dikonsumsi saat liburan atau hari raya,” kata Ari. Salah satu penghulu umat Islam, Imam Ali bin Abi Thalib, pun sudah memberikan nasihat, tak ada kesehatan bagi orang yang banyak makan.

Ahmad Taufik

Tips Sehat Berlebaran

- Tetap mempertahankan cara mengontrol makan seperti saat berpuasa Ramadan. Jangan lepas kendali.
- Istirahat cukup, karena perjalanan mudik atau berkeliling silaturahmi yang melelahkan, tubuh rawan tertular penyakit.
- Minum air putih cukup, 8-10 gelas sehari.
- Banyak mengkonsumsi buah dan sayur.
- Bagi yang punya penyakit kronis, perhatikan stok obat, berjaga-jaga bila di tempat mudik obat yang rutin dikonsumsi tak tersedia.
- Olahraga 30 menit setiap hari, lima hari dalam seminggu.

(dimuat Majalah Tempo yang terbit 25 September)-edisi dipercepat

Senin, September 22, 2008

Operasi Gratis buat Si Miskin

Warga tak mampu bisa mendapat pelayanan kesehatan gratis, bahkan sampai operasi jantung. Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, melakukan hal itu. ------

Dedi Subandi merasa bersyukur. “Sudah tenang, masalah yang selama ini membebani saya sudah terangkat,” katanya. Dia mengaku tak lagi stres karena sudah terbebas dari sakit dada yang terus menderanya selama dua tahun belakangan.

Untuk pergi atau pulang, warga Jalan Jurang, Bandung, itu harus istirahat 10 menit setelah melalui jalan tanjakan, untuk mengurangi rasa sakitnya. Padahal, untuk melewati gang rumahnya, ada beberapa tanjakan. Maklum saja, karena Dedi tinggal di daerah padat, yang hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

Karena tak tahan, Dedi, yang bekerja sebagai tenaga keamanan parkir sepeda motor di kampus Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Tiap periksa, Dedi harus merogoh koceknya Rp 40 ribu buat dokter dan Rp 300 ribu untuk menebus obat. Padahal upah yang diterima Dedi sebagai pegawai lepas hanya Rp 300 ribu sebulan. Biayanya memang besar, karena penyakitnya juga tak main-main. Dokter menvonisnya sakit jantung.

Melihat penderitaan Dedi yang tak kunjung berujung, keluarga mendorongnya agar melakukan pemeriksaan tuntas ke Rumah Sakit Hasan Sadikin menggunakan fasilitas untuk orang miskin. Istrinya bergerak cepat mengurus segala surat yang diperlukan, mulai rukun tetangga, rukun warga, kelurahan, kecamatan, sampai pemerintah daerah.

Akhir Juli lalu tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin memeriksa Dedi menyeluruh selama sepekan. Setelah dimasukkan kateter untuk meneropong jantungnya, ternyata kondisinya sudah payah. “Ketiga pembuluh koronernya menyempit dan tersumbat, jalan satu-satunya operasi bypass,” ujar dokter ahli jantung Achmad Fauzi Yahya.

Dua pekan setelah pemeriksaan komplet, Dedi mulai masuk rumah sakit. Setelah tiga hari menunggu, Dedi masuk ruang operasi. “Saya lihat ada 15 dokter yang menangani,” katanya kagum. Mulai yang periksa gigi, mata, sampai bagian dalam lainnya. Alhamdulillah, operasi lancar.

Akhir Agustus lalu, dia sudah kembali ke rumahnya yang hanya seukuran 3 x 4 meter. “Inilah hasilnya,” ujarnya sambil memperlihatkan bekas pembedahan di bagian kaki dan dada yang masih belum mengering kepada Tempo pekan lalu.

Dedi termasuk beruntung, karena bisa melakukan operasi bypass gratis lantaran biayanya ditanggung Jaminan Kesehatan Masyarakat. Padahal uang yang dibutuhkan untuk membayar operasi mencapai Rp 70 juta. “Untuk obat-obatan lanjutan, seperti obat pengencer darah, diambil dari zakat para dokter di sini,” ujar Fauzi.

Keberuntungan juga datang pada Erna Mulyani, 21 tahun. Berkat penanganan tim poli jantung Rumah Sakit Hasan Sadikin, kini penjaga toko di Ciparay, Kabupaten Bandung, itu sudah bisa tersenyum. Dua juga sudah bisa lari pagi. Dia tak lagi merasakan nyeri di dada kirinya. Jauh berbeda dengan beberapa bulan lalu. Saat itu ia hanya bisa terkapar jika dada kirinya ngilu tak keruan hingga sulit bernapas.

Riwayat kesehatan Erna ternyata sudah buruk sejak kecil. Itu terlihat dari bentuk dadanya yang menggembung seperti dada burung. Namun, karena hanya anak seorang buruh tani, ia tak bisa berbuat banyak. Selepas sekolah menengah kejuruan di Baleendah, Erna melamar kerja sebagai buruh ke beberapa pabrik yang tak jauh dari rumahnya. Tapi dia tak diterima dengan alasan kesehatan.

Akhirnya ada sebuah toko yang menerimanya bekerja tanpa tes kesehatan. Nah, dengan uang yang tak seberapa, Erna baru berani memeriksakan diri ke dokter umum. Dokter mendiagnosisnya sakit paru. Namun, setelah minum obat, kesehatan Erna tak juga ada perkembangan. Ini yang mendorongnya memeriksakan diri lebih komprehensif. Akhirnya, setelah dilakukan foto rontgen, ternyata bukan parunya, tapi jantungnyalah yang bermasalah.

Dokter menyuruh Erna melakukan operasi. Namun, bukan perkara mudah, selain takut pada pisau bedah, operasi jantung butuh duit yang tak sedikit, sekitar Rp 58 juta.

Lalu Erna dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Di sana dokter mendeteksinya terkena atrial septal defect, suatu penyakit jantung bawaan yang terjadi karena adanya lubang pada sekat serambi kiri dan kanan jantungnya sehingga membuat jantung jadi membesar.

Sebulan setelah mendaftar, Erna dijadwalkan dioperasi pada 21 Agustus. Tim poli jantung Rumah Sakit Hasan Sadikin memutuskan mengambil tindakan operasi penutupan sekat jantung. “Kalau terlambat, sudah, tidak dapat dioperasi,” kata dokter Rama Nursjiwan. Ongkos operasi senilai Rp 54 juta menjadi nol rupiah berkat Jaminan Kesehatan Masyarakat. “Sekarang sudah lumayan. Lebih fit. Saya bisa segera bekerja lagi,” ujarnya.

Seorang pasien lagi adalah tukang batu--sebut saja bernama Asep--yang terkena serangan jantung. Ketika dokter meminta persetujuannya melakukan intervensi jantung--pemasangan balon dan cincin (stent)--dia hanya diam, tegang. “Terserah dokter,” katanya singkat. Dokter pun meyakinkan semua tindakan medis benar-benar gratis. Stent dan balon sudah disuplai dari Departemen Kesehatan. Kuli bangunan itu akhirnya setuju.

Asep tak menduga sebelumnya, dapat memperoleh perawatan “mewah” cuma-cuma. Bila tak menggunakan Jaminan Kesehatan Masyarakat, biaya pemasangan stent butuh Rp 30 juta.

Dedi, Erna, dan Asep adalah tiga dari lima penderita jantung yang dioperasi gratis bulan lalu. Menurut Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin Profesor Cissy Kartasasmita, operasi jantung gratis bagi warga miskin memang mulai dilakukan lagi tahun ini. Beberapa tahun lalu sempat ada, tapi terhenti karena keterbatasan tenaga, dana, serta banyaknya peralatan yang rusak. Tahun ini ada beberapa tenaga baru di bagian jantung. Selain itu, rumah sakit mendapat tambahan dana subsidi.

Menurut Cissy, di masa mendatang, rumah sakit yang dipimpinnya akan menjadi beking Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, untuk menangani pasien miskin melakukan operasi jantung. Maklum, Rumah Sakit Harapan Kita mulai kewalahan. “Apalagi penderita jantung di Jawa Barat termasuk tinggi. Setidaknya sekitar 7.000 orang per tahun,” katanya. Dari angka tersebut, sebagian besar merupakan penderita jantung koroner--penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Dengan bantuan intervensi kardiologi, angka kematian penderita mulai dapat ditekan.

Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, setiap warga miskin yang memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat sebenarnya bisa dilayani. “Semua rumah sakit pemerintah harus melayani, untuk semua penyakit,” katanya kepada Rini Kustiani dari Tempo pekan lalu.

Anggaran yang disediakan pemerintah untuk program ini pada 2008, Rp 4,6 triliun, yang dialokasikan untuk 76,4 juta jiwa. Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Departemen Kesehatan Chalik Masulili menambahkan, 888 rumah sakit umum dan swasta bisa menerima peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat. Besaran dana yang disalurkan untuk peserta program Jaminan Kesehatan ini, 20 persen dari total anggaran Departemen Kesehatan. Dari jumlah itu, hanya dua persen digunakan untuk menangani penyakit yang membutuhkan penanganan serius atau operasi besar.

Ahmad Taufik, Widiarsi Agustina (Bandung)

Tumbuh dengan Kekuatan Lokal

Industri kreatif di beberapa daerah berkembang dengan jalannya masing-masing. Mengutamakan ciri khas setempat.


Lupakan Bandung. Industri kreatif di sana sudah karatan. Banyak kota lain di Indonesia punya kisah tak kalah menarik dibanding ibu kota Priangan itu. Ada fashion jalanan nun di Jember, juga industri kreatif yang tumbuh berdampingan dengan warisan kultural di Yogyakarta, atau Bali yang tak pernah berhenti berkreasi. Mereka berusaha tumbuh dan membesar dengan caranya masing-masing.


Jember
Fashion Jalanan

Jalan protokol di Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer disulap menjadi catwalk. Peragawati dan peragawan memamerkan beragam busana yang terbuat dari bermacam bahan, termasuk dedaunan dan bulu-bulu. Mereka tampil berani dan atraktif. Para peraga itu tidak harus cantik dan tampan atau bertubuh langsing dan tegap. Mereka boleh pendek, gendut, dan memiliki ukuran tubuh apa adanya. Sekitar 200 ribu penonton tumplek blek memadati arena pertunjukan.

Itulah keramaian Jember Fashion Carnaval (JFC), yang digagas Dynand Fariz. Kemeriahan yang berlangsung pada awal Agustus lalu itu merupakan yang ketujuh kalinya. Meski Dynand mengaku tak menghitung pendapatan dari acara yang makin ramai tersebut, berkat karnaval busana itu, dia jadi pesohor. Dynand beberapa kali diundang ke Jakarta, sebagai salah satu wakil penggerak industri kreatif di daerah. Pria 45 tahun itu bahkan diberi kesempatan mempromosikan Jember Fashion Carnaval ke India dan Inggris.

Awalnya, ide Dynand tak lebih sebagai bahan tertawaan. Bagaimana mungkin memperkenalkan kota berpenduduk dua juta jiwa lebih di Jawa Timur yang dikenal sebagai “kota santri” itu dengan karnaval ala Rio de Janeiro, Brasil. "JFC ditanggapi negatif. Dianggap mimpi di siang bolong. Bertolak belakang dengan tradisi, budaya, religi masyarakat," kata Dynand.

Dasar Dynand ndableg, dia dan kawan-kawannya sesama alumnus Jurusan Seni Rupa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surabaya jalan terus. Dynand mencoba meyakinkan banyak pihak bahwa dunia mode dan fashion bukan monopoli kelas atas yang diperagakan di mal atau hotel berbintang. “Bisa dilakukan masyarakat bawah, di catwalk terbuka, seperti jalan raya,” kata Dynand. Bahan-bahannya pun bisa dibikin dari kain bekas, botol plastik, atau kulit, daun, dan akar tanaman. Semuanya dibikin secara kreatif-eksperimental.

Motivasinya satu: prihatin atas perkembangan daerahnya; banyak anak muda yang tak mampu melanjutkan sekolah dan tak memiliki masa depan jelas. "Saya bertekad membuat sesuatu yang melibatkan mereka dan menjadi kebanggaan diri dan masyarakat Jember."

Awalnya, Dynand memulai karnaval fashion dengan 45 orang berkeliling kampung dan alun-alun Jember pada 2002. Makin tahun pesertanya makin ramai dan meriah. Hingga pada 2007, ketika ada “Bulan Berkunjung ke Jember”, karnaval fashion menjadi salah satu acaranya. Dynand bercita-cita Jember menjadi kota wisata mode pertama di Indonesia.


Yogyakarta
Desain Lokal Kaya Sindiran

Kota gudeg ini sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif, terutama kerajinan. Tapi budaya urban pun tak kalah punya pengaruh di kota yang masih punya “raja” ini. Dagadu, misalnya, sebuah bisnis kaus berbasis kata-kata lucu. Karena laku, bisnis ini kemudian diproduksi besar-besaran dan banyak ditiru. Bukan hanya batik dan kerajinan tradisional, Dagadu pun sudah menjadi salah satu identitas Yogyakarta.

Selain Dagadu, masih banyak industri kreatif yang menyerap budaya urban. Misalnya di ujung gang di Jalan Kaliurang Kilometer 7,8, Kabupaten Sleman. Di sana ada sebuah rumah mungil yang memproduksi beraneka desain grafis. Produknya dijual sampai ke Singapura. Indieguerillas, begitulah si pendiri--pasangan suami-istri Miko Bawono dan Santi Ariestyowanti--menamakan bisnisnya.

Mereka terilhami oleh cara gerilya tokoh revolusioner dari Amerika Latin, Che Guevara. “Model kerja kami pada awalnya kan bergerilya juga, dengan membaca buku, bahkan bolak-balik ke Jakarta, untuk melihat-lihat model desain. Sebab, waktu itu Internet belum masuk. Di Yogyakarta pun, buku soal desain grafis terbatas,” kata Santi.

Desain cover album milik grup musik Sheila on 7, Kisah Klasik, pada 1999, adalah bisnis pertama yang mampir. Karena grup band-nya terkenal, tawaran pun berdatangan. Tapi mereka menolak ketika diajak boyong ke Jakarta. Kenapa? Ya, karena mereka sudah punya komunitas di Yogyakarta--mereka punya bahasa dan guyonan yang sama serta tempat nongkrong seselera pula.

Tidak hanya menolak pindah ke Ibu Kota, gaya desain pun tak mau meniru tren yang ada di Jakarta. Desain Indieguerillas mencampurkan budaya lokal dan selera muda. Misalnya menggunakan tokoh Bagong yang mengenakan pakaian penyanyi rap. “Ada kesan lucu, ada sindiran,” kata Santi.

Modal? Jelas masih jadi masalah. Pada 2002, misalnya, dari hasil kumpul-kumpul dengan teman-teman, mereka menerbitkan majalah dua bulanan, Outmages, tapi macet karena kurang modal.

Toh, dengan semangat “kekeluargaan”, Indieguerillas tetap hidup, bahkan berkembang. Tak jarang, sekali pesanan bernilai puluhan juta rupiah. “Jika ada order, kami juga membaginya ke teman-teman. Kami yang menangani desain, teman percetakannya, fotografernya, dan sebagainya. Kolektiflah,” kata Santi. “Jadi, prinsipnya, kerja sambil menghidupi teman,” ujarnya.


Denpasar
Desa Masuk Kota

Desa Kertalangu terletak di Kota Denpasar, tepatnya di tepi Jalan Bypass Ngurah Rai. Lanskap seluas 80 hektare itu bukan desa “kesasar” masuk kota, tapi sengaja dibuat agar ciri pedesaan Bali--lengkap dengan sawah hijaunya--bisa hadir di kota itu.

Dan seperti layaknya Bali yang sudah banyak dikenal orang sebagai daerah wisata eksotis dan natural, Desa Kertalangu “didesain” sesuai dengan kriteria itu. Menurut penggagasnya, Dewa Gede Ngurah Rai, 43 tahun, kawasan yang mulai dibuka pada Juni 2007 itu berusaha mengawinkan upaya pelestarian pertanian, seni budaya, dan usaha kerajinan.

Di sana tersedia berbagai fasilitas, dari jogging track, pemancingan, pijat dan spa, restoran, panggung kesenian, sampai pasar seni. Masih ada kursus kilat membatik, membuat keramik, lilin, atau kerajinan gelas, dan aktivitas lain. Untuk sekadar menyusuri jogging track, pengunjung tidak dikenai bayaran. Tapi, jika mau ikut berbagai kursus, turis lokal harus membayar Rp 20 ribu, sedangkan turis asing US$ 7 atau hampir Rp 70 ribu.

Lahan yang digunakan merupakan milik para petani Desa Kesiman Kertalangu. Mereka sepakat tak menjual tanahnya dan bertahan sebagai petani. Mereka pun tetap mengerjakan sawah dan mengambil hasilnya. Tentu saja dengan tambahan kreativitas, yaitu menguji coba bibit unggul dan menerapkan pertanian organik.

Dewa Rai juga membangun fasilitas di atas lahan seluas tiga hektare agar lahan pertanian layak menjadi obyek wisata. “Kalau pertanian hilang, budaya Bali juga akan hilang. Kami tidak mau mengalami nasib seperti warga Betawi di Jakarta,” ujarnya.

Desa Kertalangu juga menjadi sebuah komunitas. Tenaga yang bekerja di berbagai fasilitas berasal dari desa itu, termasuk penari dan penabuh gamelan yang menghibur tetamu. Turis dapat mempelajari aneka kerajinan, menikmati suasana persawahan, dan menonton pertunjukan seni tradisional Bali. Pokoknya, Bali banget….

Ahmad Taufik, Mahbub Djunaidy (Jember), Rofiqi Hasan (Denpasar), Pito Agustin Rudiana (Yogyakarta)

(dimuat di Majalah Tempo 22-28 Sept 2008)

Melebur Bersama Scat dan Lagu Cinta

Vokalis jazz Al Jarreau berkolaborasi dengan gitaris jazz yang lebih dikenal sebagai pelantun lagu romantis, George Benson. Penonton serasa ikut tampil bersama mereka.

***
“Jakartaa…, Indoooooonesiaaaa.” Dua kata ini menyelip dalam scat singing--improvisasi vokal menirukan suara instrumen musik--khas Al Jarreau, yang meluncur dalam jeda dan diikuti penonton. Terdengar gemuruh tawa. Penyanyi kelahiran Wisconsin, Amerika Serikat, 68 tahun lalu itu juga ikut terbahak.

Bunyi-bunyian dan kata-kata di mulut Jarreau memang menjadi ornamen yang memikat. Di telinga terdengar ritmis dan harmonis. Dari olah vokal Jarreau, jazz seolah kembali ke sejarah awal kemunculannya, dari kaum budak asal Afrika yang bekerja di Amerika pada abad ke-19. Waktu itu musik masih merupakan sarana untuk mengadu, mengeluh, dan membicarakan nasib, sekaligus menghibur diri dalam impitan kehidupan. Berbeda dengan masa kini--ketika jazz sering diposisikan sebagai musik kaum kelas atas.

Bukan hanya ceracau dan tiruan bunyi alat musik, jari-jari Jarreau begitu dinamis, tak bisa diam. Kadang dia seperti memegang grip di gagang gitar--jemarinya seolah “mengeritingkan” dawai. Panggung yang minim dekorasi menjadi hidup. Tapi tentu saja panggung bisa menjadi apa pun, sebab dia adalah legenda. Dia telah menyabet tujuh penghargaan Grammy dalam periode empat dasawarsa, di kategori jazz, R&B, dan pop (dia satu-satunya penyanyi pria yang berhasil merajai tiga kategori yang berbeda ini).

Pertunjukan seusai salat tarawih di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu dua pekan silam itu dibuka dengan Breezin’. Nomor legendaris George Benson, remake dari karya Bobby Womack, ini merupakan lagu pertama dalam album kolaborasi Jarreau dan Benson, Givin’ It Up. Jarreau dengan piawai “memverbalkan” Breezin’, sedangkan Benson merenyahkannya dengan petikan dawai Ibanez hollow body-nya yang memang terdengar empuk, dan sesekali menambahi dengan vokalnya.

Usai satu lagu, Benson mundur ke belakang panggung, scat singing Jarreau makin hidup dengan Your Song, We’re in This Love Together, Cold Luck, Mornin’, Take Five, Midnight Sun, dan medley cantik “campursari” Agua de Beber serta Mas Que Nada.
Benson muncul lagi, bersanding dengan Jarreau, melantunkan Long Come Tutu. Lagu ini dipersembahkan untuk uskup penggerak perdamaian asal Afrika Selatan, Desmon Tutu.

Lalu panggung berganti pemilik. Kali ini Benson melantunkan lagu-lagu cinta yang akrab di telinga penonton, seperti Nothing’s Gonna Change My Love for You, In Your Eyes, dan The Greatest Love of All. Tampak semua penonton berdiri mengikuti musisi kelahiran Pittsburgh, Amerika Serikat, 65 tahun silam itu. Mereka seperti melebur bersama musik yang dimainkan. Mungkin mereka punya perasaan serupa: kenangan dimabuk cinta pada 1980-an. Ya, siapa yang tidak kenal--meski boleh juga tak suka--dengan lagu-lagu cinta abadi itu.

Tak sekadar menyanyi, setelah membawakan In Your Eyes, Benson bercerita. Dia bertemu seorang perempuan di bar hotel tempatnya menginap. Dia masuk ke bar, namun tak ada yang mengenalnya. “Lalu saya menyanyikan sepotong bait In Your Eyes. Perempuan itu langsung menyahut, ‘O, ya, malam ini George Benson tampil.’ Ternyata orang lebih kenal lalu-lagu saya daripada orangnya, ha-ha-ha...,” katanya.

Kolaborasi Jarreau dan Benson makin seru di tiga lagu terakhir. Seolah ada interaksi tiga pihak: musisi, musik, dan penonton. Masing-masing punya improvisasi sendiri, namun terasa padu.

Penampilan mereka berdua di Jakarta--yang diselenggarakan oleh promotor Buena Production--merupakan persinggahan terakhir di Asia untuk mempromosikan album Givin’ It Up, yang dirilis pada 2006. Sebelumnya mereka tampil di Seoul, Manila, Beijing, Shanghai, Hong Kong, dan Bangkok. Secara terpisah, baik Jarreau maupun Benson sudah pernah menggelar pertunjukan di Jakarta.

Pertunjukan kolaborasi mereka memang menghibur, meski ada yang menganggap kurang maksimal, atau ada yang menilai duet yang sedikit dipaksakan. Bagaimanapun, Jarreau dan Benson adalah kolaborasi manis sekaligus bernilai komersial, setelah karier mereka melampaui puncak. Musik pop dengan sentuhan jazz yang mereka sajikan cocok untuk pasar “dewasa kontemporer”.

Dan penonton pun tak beranjak sampai pertunjukan benar-benar usai, saat Every Time You Go Away, karya Daryl Hall yang sempat dipopulerkan oleh Paul Young, berkumandang: Every time you go away/You take a piece of me with you....

Ahmad Taufik
(dimuat di MBM Tempo 22-28 September 2008)

Kamis, September 11, 2008

Ramadan Terakhir “Para Mujahid”

Kejaksaan menangguhkan eksekusi tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, yakni Amrozi, Imam Samudra dan Ali Ghufron alias Mukhlas hingga setelah lebaran. Berarti “kontrak hidup” ketiga pelaku bom bali 12 Oktober 2002, yang menewaskan 202 orang dan ratusan luka-luka itu, sudah bisa ditentukan. Kendati para pengacaranya meminta eksekutor menunggu keputusan uji materi Mahkamah Konstitusi mengenai cara pelaksanaan hukuman mati. Artinya, Ramadan ini adalah bulan puasa terakhir untuk mereka.

Ketiga “mujahid” itu, melalui kuasa hukumnya, resmi mengajukan uji materi dan formal atas Undang-Undang tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati. Dalam permohonan uji formal, mereka menilai pembentukan undang-undang tersebut tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Pembentukan undang-undang itu dilakukan dengan cara penetapan presiden yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong. Anggota DPR Gotong Royong juga ditetapkan dan diangkat presiden tanpa pemilihan umum sebagai mana ketentuan konstitusi. Mereka menilai materi Undang-Undang Hukuman Mati bertentangan dengan Pasal 28 (i) UUD 1945 karena menyiksa terhukum mati. Dalam ketentuannya disebutkan, hukuman mati dengan ditembak dilakukan dengan cara ditembak hingga mati. Cara ini dianggap akan menimbulkan penderitaan sebelum mati.

Sebenarnya penolakan hukuman mati dengan cara ditembak sudah sejak lama ditolak ketiga terpidana mati itu. Dalam tayangan eksklusif televisi swasta, ketiganya meminta hukuman mati dengan cara di pancung. Menurut mereka merasa hukuman pancung "lebih Islami". Walaupun apa yang mereka bilang sesuai ajaran Islam cara hukuman itu belum tentu benar. Tentu ada cara-cara hukuman yang berbeda di berbagai negara kini. Terlepas dari manusiawi atau tidak, jenis hukuman mati antara lain ; di depan regu tembak, kursi listrik, suntik mati dan lain sebagainya.

Memang lucu permintaan hukuman mati dengan cara dipancung. Jika mau dihukum pancung, seharusnya mereka melakukan perbuatan itu di Arab Saudi, atau di tempat tempat yang memberlakukan hukum pancung atas kejahatan seperti itu. Toh, di Arab Saudi misalnya, ada tempat-tempat yang mereka golongkan musuh, seperti Amerika Serikat, Australia dan Inggris. Misalnya (bukan menyarankan) perusahaan minyak negara-negara tersebut, kedutaan besar atau kantor-kantor perwakilan resmi pemerintah atau perusahaan milik negara tersebut.

Mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, juga merupakan kelucuan lain. Karena sebelumnya mereka menganggap pemerintahan Negara Republik Indonesia yang ada sekarang ini sebagai pemerintahan yang menjalankan hukum-hukum kafir otomatis dianggap pemerintah yang tak harus ditaati, sebagaimana ayat yang sering disitir kaum Assyariyah "taatilah Allah, Rasul dan ulil Amri diantara kamu."

Sebenarnya mempercepat hukuman mati ketiganya, menolong mereka ke puncak “kesyahidan”. Bidadari “impian” segera menjemputnya sesaat ajal lepas dari badan itulah yang mereka yakini. Jika mereka jadi dihukum mati, seperti permintaan mereka dalam sebuah tayangan khusus sebuah tevisi swasta, "tidak perlu kita tangisi." Karena, mereka merasa sebagai pejuang Islam.

Seharusnya, “kita” muslim kebanyakan yang tak sepakat dengan aksi segelintir orang itu pun tidak menjadikan mereka "pahlawan’ atau syahid, karena perbuatan mereka bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam yang luhur dan penuh ketauladanan, seperti yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW dan beberapa sahabat-sahabat setelahnya. Karena mereka bukanlah representasi pejuang Islam, walaupun dibela oleh sekelompok pengacara yang menamakan diri Tim Pembela Muslim.

Dalam ajaran Islam perbuatan mereka itu disebut al-harabah atau kejahatan terhadap ciptaan Allah . Dalam Quran Surat Al-Maidah ; ayat 33, disebutkan jenis hukuman terhadap pelaku terorisme. Terjemahannya ; "sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasulnya dan membuat kerusakan di bumi adalah, dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar."

Tafsir turunnya surat ini, menurut Buku Tafsir Nurul Quran, berkaitan dengan sekelompok orang kafir yang datang ke Madinah dan menjadi muslim. Mereka lelah dan sakit. Karena itu Nabi SAW memerintahkan agar mereka ditempatkan di daerah yang beriklim baik di luar kota Madinah. Mereka juga diizinkan memanfaatkan susu dari unta-unta zakat disana. Setelah mereka sehat kembali mereka menawan gembala-gembala muslim yang menggembalakan unta-unta tersebut yang tinggal disekitar tempat itu dan memotong tangan dan kaki mereka, membutakan mata serta merampok unta-unta mereka. Rasul memerintahkan menangkap mereka dan memperlakukan sama seperti yang mereka lakukan terhadap penggembala tersebut.

Pembalasan ini yang disebutkan dalam ayat di atas dihitung sebagai hak-hak Allah, dan mereka tidak diampuni, hukumannyapun tidak diubah (Athyabul Bayan). Dalam Tafir Al-Mizan, disebutkan bahwa pilihan salah satu hukuman dari keempat hukuman tersebut terserah kepada pemimpin kaum muslim. Jadi, meskipun para pemilik darah orang yang terbunuh memberikan maaf, namun salah satu dari hukuman tersebut harus dilaksanakan. Karena agar memberikan pelajaran pada masyarakat atau orang-orang yang jahat untuk melakkan kejahatan serupa.

Kejahatan seperti yang terjadi zaman Nabi itu, dalam masa yang lebih modern sekarang bisa digolongkan sama bila menggunakan bom, granat atau senjata api, seperti yang dilakukan ketiga terpidana mati terebut. Ayat tersebut menyebutkan subyek dan tujuan yaitu perang melawan masyarakat dan menyebarkan kerusakan di atas bumi. Hukuman berat di atas menunjukkan perhatian Islam pada permasalahan ini. Islam menegakkan prinsip tanggung jawab personal dan memandang serangan berupa apapun terhadap orang tak berdosa sebagai kejahatan besar.

Islam berorientasi pada perlindungan pada si lemah, tertindas. Umat Islam diharuskan senantiasa membela orang-orang tertindas. Namun tak boleh salah jalan (sesat) seperti yang dilakukan ketiga terpidana matinitu dan kelompok serupa dimanapun berada.

Syaik Muhammad Ali Tashkiri cendikiawan muslim yang baru-baru ini datang ke Indonesia dalam pertemuan cendikiawan Islam se-dunia, berpendapat bahkan perbuatan seperti itu tergolong terorisme. Menurut Tashkiri, salah satu golongan kejahatan dari enam golongan, yang termasuk dalam terorisme, antara lain ; pemboman atas area yang bependuduk menggunakan senjata kimia, menyerang kapal terbang sipil, bandara nasional kendaraan komersial dan turis dan metode-metode sejenisnya yang secara universal dikutuk dalam peperangan.

Sepantasnya Ramadan terakhir ini saatnya untuk bertobat, benar-benaqr bertobat (taubatan nasuha), meminta maaf kepada para keluarga korban yang dibomnya. Jika hukuman mati itu jadi dilaksanakan, mungkin menjadi “pelajaran” (ibrah) bagi kita semua dan orang-orang yang ingin coba-coba melakukan perbuatan seperti itu. Sebagai sesama muslim, walau tak sepakat dengan perbuatan itu, saya hanya bisa mengucapkan selamat jalan “para mujahid”, salam kepada 202 orang tak bersalah yang anda bunuh.

Ahmad Taufik,
Ketua Umum Garda Kemerdekaan

Rabu, September 10, 2008

Siaran Pers : Jangan Kebiri Suara dan Hak Rakyat

Syarat pengajuan calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres) pada Pemilihan umum 2009 semakin berat. Jika pada Pemilu 2004, capres bisa diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol yang memiliki 15 persen kursi di DPR, untuk Pemilu 2009 cenderung ditingkatkan hingga 30 persen. Hal itu tercermin dari sikap fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat membahas Rancangan Undang-Undang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (RUU Pilpres)-- (SP, 08/09/08).

Pembahasan pembatasan calon presiden di DPR tersebut, menurut kami adalah usaha-usaha mengebiri suara dan hak-hak politik rakyat. Seperti kita ketahui, mulai Pemilu 2004, rakyat bisa langsung memilih presiden dan wakilnya. Terbukti, bahwa Presiden dan wakil Presiden yang terpilih bukan berasal dari partai politik yang memperoleh suara kursi terbanyak. Artinya, rakyat memahami untuk memilih calon yang pantas untuk memimpin negeri ini. Terlepas dari salah atau benarnya person yang menjadi pilihannya tersebut, hak-hak politik dan suara rakyat ditampung dalam sistem politik yang demokratis.

Nah, dalam konstitusi kita saat ini disebutkan calon presiden dan wakil presiden berasal dari partai politik yang ada. Sampai saat ini ada 39 partai politik nasional peserta Pemilu yang boleh ikut serta dalam pemilihan calon legislatif 2009, nanti. Berapapun hasil peroleh kursi mereka di DPR nanti harus diapresiasi, karena itu berasal dari suara rakyat. Artinya, setiap partai politik jika mau mengajukan calon presiden dan wakilnya harus diterima.

Bisa saja calon presiden dan wakil dari partai politik adalah seorang yang yang dianggap mampu bisa memimpin negeri ini. Dibandingkan partai politik yang memperoleh kursi banyak di DPR, namun karena seleksi internal yang lemah dan banyak kepentingan, memiliki calon presiden dan wakil yang tak pantas untuk memimpin Indonesia. Nah, pembatasan calon presiden dan wakil yang kini tengah digodok oleh DPR saat ini, menurut calon presiden Ratna Sarumpaet, mengebiri hak politik dan suara rakyat.

DPR tak pantas mempersempit peluang rakyat memperoleh pemimpin yang baik yang pantas memimpin negeri ini, keluar dari krisis yang terjadi saat ini. Seharusnya DPR sebagai wakil rakyat memberi kesempatan pada rakyat untuk mendapatkankan banyak pilihan pemimpin yang pantas memimpin negeri ini. Jika DPR, yang saat ini membahas RUU Pilpres, karena kepentingan partai politiknya atau sekelompok kecil orang, masih berusaha mengebiri hak-hak politik dan suara rakyat. Maka, saya, Ratna Sarumpaet, menyerukan agar diadakannya Referendum. Biarkan rakyat yang memilih sendiri, toh pilihan ada di tangan rakyat nanti. Vox Populi, Vox Dei –suara rakyat, suara Tuhan.

Jakarta, 10 September 2004
Salam Demokrasi,

Ratna Sarumpaet

Siaran Pers : Ramadhan Tanpa Anarki

Ramadhan, bulan suci beberapa hari lagi tiba. Sejumlah orang di berbagai tempat menggunakan bulan suci ini sebagai pemuas nafsu anarki, melakukan tindakan kekerasan atas nama agama (Garis Di Cianjur, FPI di Purworejo). Bulan puasa seharusnya digunakan untuk beribadah, tapi nyatanya dimanfaatkan sekelompok orang atas nama agama tertentu melakukan tindak kekerasan (anarki) dengan mengambil alih peran aparatus pemerintah yang berhak bertindak.

Seharusnya di bulan suci tersebut semua pihak harus mendorong menguatnya semangat saling menghormati dan menghargai keberagaman serta menjaga kemerdekaan dari ketakutan, teror dan tindak kekerasan atas nama ‘kebenaran’. Bahkan ikut serta membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat harga-harga yang membumbing tinggi.

Karena itu Garda Kemerdekaan, dalam rangka “Tiga Tahun Garda Kemerdekaan” menyerukan semua pihak tidak melakukan tindakan anarki. Karena tindakan anarki lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya. Semua pihak harus menggunakan metode nasihat-menasehati dengan cara yang baik, ramah dan beradab, jika hendak dihormati. Anarkisme akan membuat rakyat tambah sengsara dan terpecah belah. Lebih jauh pertahanan dan ketahanan bangsa menjadi lemah. Sehingga lebih mudah dimasuki pihak-pihak, kelompok-kelompok atau bangsa lain yang menginginkan Bangsa Indonesia semakin lemah.

Untuk mencegah anarki di Bulan Suci Ramadhan ini, Garda Kemerdekaan mengimbau, agar :
1. Pengusaha Tempat Hiburan, mentaati peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah setempat.
2. Pemerintah dan aparat pelaksananya, mengambil tindakan tegas pada pihak-pihak yang melanggar aturan tersebut.
3. Kelompok-kelompok yang biasa melakukan tindakan anarki di bulan suci Ramadhan, hormati bulan beribadah ini, jangan menjadi polisi, jaksa dan sekaligus hakim sendiri. Percayakan pada pemerintah dan aparat pelaksananya.
4. Masyarakat, jangan terpancing untuk melakukan kegiatan anarki dan hindari adu domba yang mengatasnamakan agama tertentu dengan membawa-bawa “bulan suci” sebagai kegiatan pembenaran untuk melakukan tugas-tugas “sok suci”.
5. Para politisi jangan memanfaatkan bulan puasa (Ramadan) untuk kepentingan politik dan golongannya, yang menyebabkan ketidakhamonisan dalam masyarakat.

Semoga di bulan suci Ramadhan ini, menjadi bulan untuk memupuk kesadaran dan memperkuat kehidupan berbangsa di tengah kesulitan ekonomi, banyak bencana dan lemahnya penegakan keadilan. “Dahulukan Akhlak, Tegakkan Keadilan.”

Panitia Pelaksana
Tiga Tahun Garda Kemerdekaan.

Senin, September 08, 2008

Membentuk Otot Saat Puasa

Kita tahu, berpuasa bukan berarti pantang berolahraga. Bahkan, dengan mengikuti aturan yang benar--baik pola makan maupun latihan--tubuh Anda bisa lebih bugar, lemak terbakar, dan otot pun terbentuk. Caranya dengan berlatih beberapa saat sebelum berbuka puasa dan pada malam hari. Berlatih sebelum berbuka akan membakar lebih banyak lemak. Namun, agar hasilnya optimal, beri waktu tubuh tidak berlatih, sehari hingga tiga hari dalam seminggu.

Nah, untuk mencegah penyusutan otot (katabolisme) pada saat berpuasa bisa diakali dengan mengkonsumsi berbagai makanan berserat yang lebih lamban dicerna, seperti berbagai macam sayur dan buah.

Satu lagi, hindari makanan manis saat berbuka. Konsumsi makanan manis saat kondisi perut kosong dapat memicu respons insulin yang tinggi, sehingga bereaksi menyimpan makanan sebagai lemak tubuh. Lebih baik mengawali buka puasa dengan minum air putih. Pilihlah makanan dengan karbohidrat kompleks. (infokes Tempo 8-14/09/08)

Nutrisi Ala Tao Mencegah Penuaan

Ini peringatan bagi Anda yang punya kegemaran pada satu jenis makanan tertentu. Melahap makanan sama jenisnya terus-menerus setiap hari selama tujuh hari seminggu tidaklah sehat. Keragaman jenis nutrisi yang masuk ke tubuh merupakan salah satu cara penting untuk menjaga organ internal tubuh tetap sehat sekaligus mencegah gangguan sistem pencernaan.

Inilah hasil penelitian terbaru Maoshing Ni, dokter ahli pengobatan Cina spesialis antipenuaan berlisensi dari American Board of Anti-Aging Health Practitioner, California, Amerika Serikat. Menurut dia, asupan nutrisi harus sesuai dengan lima elemen energi yang menciptakan jagat raya.

Kelima energi yang dimaksud pengajar Tao untuk kesehatan itu adalah kayu, api, bumi, logam, dan air. Tiap elemen energi tersebut mewakili sebuah warna yang cocok. Misalnya kayu cocok dengan hijau, api dengan merah, bumi untuk kuning dan oranye, logam sesuai dengan putih, dan air dengan hitam, biru, serta ungu.

Diet seimbang adalah mengkonsumsi jenis nutrisi dari setiap warna tersebut. Misalnya sayur-sayuran, pilihlah yang mewakili kelima elemen energi dan warna tersebut. Hijau (kayu), pilihanlah asparagus, bayam, brokoli, dan kangkung. Merah (api) gunakan cabe merah, paprika merah, dan bit merah. Sayuran berwarna kuning dan oranye (bumi) makanlah labu oranye, kuning, dan ubi rambat. Sayuran putih (logam) diwakili bunga kol, bengkoang, dan lobak. Sedangkan sayuran berwarna gelap (air), makanlah terong ungu, rumput laut, dan jamur hitam. (Infokes Tempo 8-14/09/08)

Obat Anti-Minuman Beralkohol

Bagi pecandu alkohol yang ingin lepas dari ketergantungan terhadap minuman keras, kini sudah ada obatnya. Suntikan naltrexone yang teratur sekali tiap bulan akan mengikis kebiasaan menenggak minuman beralkohol tersebut.

Naltrexone adalah bahan yang bisa mengurangi keinginan minum alkohol. Obat ini bekerja memblok bagian otak yang mengatur munculnya rasa senang saat minum alkohol.

Bagi orang yang rajin minum obat, sudah tersedia naltrexone tablet. Agar efektif, naltrexone pertama-tama diberikan dengan dosis 25 miligram untuk beberapa hari, kemudian meningkat 50 miligram tiap hari selama seminggu. Selanjutnya bisa diminum sebulan sekali.

Namun cara seperti ini kurang berhasil karena orang kadang-kadang lupa atau malas minum tablet setiap hari. Karena itu, suntikan naltrexone 380 miligram tiap bulan menjadi pilihan. Terapi ini akan berhasil bila dipadu dengan konseling. (Infokes Tempo 25 Agustus 2008)

Satu Obat Dua Penyakit

Bukan zamannya seorang pasien minum banyak obat untuk satu atau beberapa penyakit. Kini ada satu obat untuk penyembuhan beberapa penyakit. Salah satunya Caduet, obat yang akan dilempar ke pasaran di Indonesia pekan ini.

Obat ini untuk penderita dua penyakit, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Biasanya, untuk dua penyakit yang berbeda jenis penanganan, dibutuhkan dua jenis obat. Pasien pun mengeluh karena banyaknya obat yang diminum. Nah, pengobatan dengan cara seperti ini sekaligus mencegah faktor risiko kerusakan organ tubuh karena diagnosis yang tak lengkap dan pemberian obat yang tidak tepat.

Namun Caduet tak bisa diberikan pada penderita penyakit lever serta perempuan dalam masa dan menjelang kehamilan. Efek sampingnya, pengguna obat ini akan merasa sakit otot. Sejumlah dokter Indonesia menyambut datangnya obat ini sebagai sebuah kemajuan farmakologi. (Infokes Tempo, 25 Agustus 2008)

Risiko Kanker pada Obat Jantung

Biro pengawasan Obat Amerika Serikat (FDA) tengah mencurigai pemberian ezetimibe dan simvastisan (Vytorin), yang biasa diberikan pada pasien jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian Simvastatin and Ezetimibe in Aortic Stenosis (SEAS) terbaru, konsumsi gabungan obat tersebut diduga meningkatkan risiko kanker.

Dalam penelitian yang berlangsung selama lima tahun, ditemukan 93 kasus kanker pada pasien yang diberi Vytorin dibandingkan dengan 65 kasus kanker yang ditemukan pada pasien yang diterapi dengan plasebo. Penelitian itu dipresentasikan Terje Pedersen dari Rumah Sakit Universitas Ulleval, Oslo, Norwegia, pekan lalu.

Namun Biro Pengawas Obat Amerika itu belum sampai pada keputusan mengharuskan pasien segera menghentikan terapi menggunakan Vytorin atau obat penurun kolesterol lainnya. Biro masih menunggu hasil akhir penelitian SEAS dalam tiga bulan ke depan. Diperkirakan kajian tersebut akan selesai dalam enam bulan. Setelah itu baru Biro akan kembali membuat kesimpulan dan rekomendasi kepada masyarakat tentang obat tersebut.(Infokes Tempo 8-14/9/08)

Selasa, Agustus 19, 2008

Polling : Koruptor Calon Presiden

Pekan lalu, dalam situs ini mengajukan polling. Pertanyaannya ; Koruptor cocoknya diapain ya?

Nah, sari jawaban para responden ternyata 50 persen menjawab :Diiklankan di televisi dan media lain setiap hari dengan biaya dari si koruptor sendiri.

Sebenarnya, tanpa itu, banyak koruptor, baik yang berlatar belakang partai maupun aktivitas sosial lainnya, yang sudah menayangkan diri untuk menjadi calon presiden. Minimal bargain untuk penguasa yang akan menjabat di masa mendatang. Bukankah dengan menayangkan diri di televisi atau media lain, para koruptor akan terkenal atau lebih dikenal masyarakat. Silap-silap, saking sering munculnya di media massa, orang bahkan memilihnya menjadi presiden.

Jawaban lain, Koruptor diarak dengan mobil tahanan terbuka keliling kota, 25 persen reponden memilihnya. Padahal lumayan lah masyarakat punya tontonan baru. Bagi penggemar seni baik dalam bentuk pajangan di Museum atau senin lukis tubuh, harus menunggu. Karena hanya 12,5 persen responden memilih dua jawaban ; dipajang di museum kota dam ditato di jidat “koruptor”. (AT/20/08/08)

Letnan Kolonel Roger Alexander Hill: “Kalau Perang Kota, Amerika Bakal Keok”

Orang tak bakal menyangka kalau pria berkemeja biru dan berdasi yang datang ke kantor Majalah TEMPO pekan lalu adalah orang yang punya pengalaman banyak soal perang di Irak. Memang, Roger Alexander Hill, pria veteran tentara Australia itu saat ini bekerja sebagai konsultan di Assessments Group Indonesia, sebuah perusahaan keamanan dan bisnis intelejen resiko yang mengelola resiko dan krisis

Karena pekerjaannya sebagai konsultan itulah Roger Hill, mampir ke Indonesia. Sebelumnya selama beberapa bulan Hill berada di Kuwait, Yordania dan Qatar, membantu pasukan koalisi Amerika Serikat dan Inggris mempersiapkan perang melawan Irak.Hill adalah salah seorang ahli soal kekuatan persenjataan Irak dan senjata pemusnah massalnya. Ia, kepala inspektur komisi khusus Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang senjata untuk Irak yang bertugas sejak tahun 1991 sampai 1998 di negeri 1001 malam itu.

Hill yang terakhir pernah bergabung dalam United Nation Special Commision (UNSCOM) yang bertugas menghancurkan senjata milik Irak, pernah ditunjuk PBB untuk memimpin tim komisi khusus multinasional yang terdiri dari 80 ahli senjata dan 15 diplomat untuk menyelidiki perilaku politik Saddam Hussein. Selama karirnya di Angkatan Darat Australia, Roger Hill lebih banyak bekerja di resimen operasi intelejen dan anti teror. Dia bertanggung jawab dalam bidang pengumpulan, analisa dan intelejen untuk Departemen Pertahanan Australia dan luar negeri.

Hill juga dikenal sebagai anggota organisasi keamanan intelejen Australia yang beroperasi di sebuah daerah berpretensi konflik, termasuk Indonesia. Pada tahun 1998 dia mendapatkan bintang jasa penghargaan dari pemerintah Australia atas usahanya tersebut. Sambil makan nasi bungkus dan ayam bakar Megaria, Yuli Ismartono, Bina Bektiati, Ahmad Taufik, Dyah Prabandari dan Cahyo Junaedi, mewawancarainya di kantor TEMPO, Jakarta selama hampir dua jam, Jum’at pekan lalu.
Inilah petikan wawancaranya :


Menjelang serangan Amerika Serikat ke Irak anda menghabiskan waktu beberapa bulan di Kuwait, Yordania dan Qatar dalam satu tim bekerjasama dengan koalisi pasukan Amerika dan Inggris untuk mempersiapakan perang itu. Dapatkah anda berikan sedikit gambaran latar belakang misi itu?
Tentu saja, karena pekerjaan saya, yang selama hampir delapan tahun bekerja di Irak. Saya berada di sana sejak perang tahun 1991- sampai 1998 dan saya tahu banyak tentang operasi itu. Seperti pengalaman saya melihat pengeboman negara ini dalam ‘Perang Gurun Pasir’ yang pertama.

Apa sih Tugas anda?
Tugas saya adalah menganalisa soal dampak penyerangan ke Irak saat ini, perilaku rakyat Irak, struktur masyarakatnya dan aspek budaya yang lainnya. Juga memberi masukan kepada pasukan Amerika soal senjata pemusnah massal, kemampuan negara Irak membuat senjata jenis itu, lalu soal kemampuan Irak menahan serangan dengan menggunakan senjata pemusnah massal itu. Hal ini penting untuk membantu melihat apakah senjata pemusnah massal itu akan digunakan untuk melawan tentara sekutu yang akan menyerang Irak. Tugas saya yang lain, membantu menyakinkan tentara koalisi AS – Inggris itu tidak akan menghancurkan seluruh wilayah Irak di akhir konflik.

Apa sih kemampuan senjata Irak untuk melawan AS dan sekutunya?

Kami, memang mempunyai bukti yang signifikan soal kemampuan senjata perang Irak dari satu dekade lalu. Seluruh perlengkapan perang mereka sekarang sudah diperbaharui, bahkan bagi senjata-senjata generasi pertama bekas tinggalan Soviet yang tersisa. Seluruh perlengkapan tersebut sudah diadaptasi dengan perkembangan teknologi terkini. Kami juga tahu bahwa Irak telah mengalami kemajuan dalam bidang teknologi senjata, misalnya soal penggunaan Global Positions System, teknologi komunikasi canggih yang mereka dapatkan dari pasar gelap. Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengakibatkan perang yang lebih berat bagi negara-negara koalisi yang menyerang. Soal senjata pemusnah massal yang dimiliki Irak, telah dimusnahkan oleh komisi khusus PBB sejak tahun 1991-1998, dalam periode pelucutan senjata.

Berapa banyak sih senjata milik Irak?
Dari keseluruhan senjata pemusnah yang dimiliki Irak, 95 persen telah dihancurkan, tinggal 5 persen. Senjata yang tersisa ini oleh pemerintah Irak memang tidak ingin diumumkan, bahkan lokasinya disembunyikan. Kami juga mendapatkan fakta, usai perang gurun pasir pertama, saya tinggal di Irak selama 6 bulan, karena kami telah memenangkan perang. Sebagai pemenang perang kami meminta mereka untuk menunjukkan senjata-senjata yang tersisa dan dihancurkan itu adalah filosofi perang. Pada akhir perang tersebut Irak mengambil keputusan dalam level tertentu untuk membuat para komite pengawas puas. Seperti diketahui pimpinan-pimpinan tertinggi di Irak dikuasai oleh orang-orang kepercayaan Saddam, seperti anaknya Ubay dan lain sebagainya. Pekerjaan mereka adalah berusaha untuk menyembunyikan berbagai aspek soal program senjata pemusnah massal sebisa mungkin.

Bisa kasih contoh?
Misalnya, program senjata biologi mereka baru diketahui tahun 1995. Butuh lima tahun untuk mengetahui program tersebut. Pada tahun 1998 ditemukan 39 ton bahan lokal untuk senjata biologi di sebuah daerah di Irak. Diperkirakan hingga saat ini terdapat 6 ton bahan senjata biologi yang belum ditemukan. Itu adalah bukti bagaimana pemerintah Irak di satu sisi menyatakan kesediannya untuk menghancurkan senjata pemusnah massal dan disisi lain merahasiakannya. Dalam periode pelucutan senjata yang cukup panjang, Irak dapat dikatakan semakin kurang kooperatif bekerjasama dengan tim inspeksi PBB. Malahan belakangan mereka mencoba untuk menghalang-halangi tim inspeksi dalam bekerja. Akhirnya kami tak dapat berbuat apa-apa lagi dan kita kembalikan masalah ini ke New York, Sekjen PBB. Selanjutnya, Sekjen PBB menginstruksikan untuk melakukan inspeksi kembali ke Irak.

Apa alasan Irak tak kooperatif dengan tim inspeksi senjata PBB?
Saya pikir, itu adalah salah satu strategi Irak untuk menyulitkan kinerja tim inspeksi senjata PBB. Pemerintah yang berwenang di Irak juga kerap melakukan intimidasi kepada anggota tim. Dapat anda bayangkan, saat anda datang ke sebuah negara asing, pada malam hari pintu anda diketuk orang asing dan anda disuruh keluar, kadang ada orang yang mendorong anda di sebuah lobi hotel, mengambil hand phone anda sambil mengeluarkan bahasa yang tidak dimengerti. Dimana anda berada anda diawasi oleh kelompok-kelompok orang tertentu. Jadi sangat sulit tim inspeksi untuk kembali bekerja lantaran banyaknya pelecehan-pelecehan seperti itu. Irak adalah sebuah komunitas yang tidak mudah dipahami, saya bicara disini bukan melihat pemerintahan Saddam tapi komunitas lokalnya. Hal ini pararel dengan barisan baju hitam di Jerman Timur, KGB, dulu.

Apakah mereka dilatih oleh pemerintah untuk melakukan hal ini?
Saya pikir hal ini sangat kompleks. Maksudnya Irak memiliki partai Baath yang berbeda dengan Baath yang adadi Syiria. Kalau di Syiria banyak kristen ortodoks. Ide dasar partai ini ditiru oleh Saddam menjalankan pemerintahan. Pemerintahan di Irak pimpinan Saddam Hussein dijalankan atas dasar nasionalisme, yaitu sejak tahun 1956 dimana masyarakat Irak tumbuh rasa nasionalisme akibat perang oleh bangsa Inggris-Jerman. Gara-gara penaklukan oleh bangsa Jerman, rasa nasionalisme semakin kuat itulah yang dijadikan dasar Saddam untuk mengembalikan nasionalisme rakyat Irak.

Apakah kekuatan angkatan bersenjata di Irak terpecah belah? Meskipun ada 3 kelompok besar angkatan bersenjata, dimana salah satunya adalah asal Saddam. Kelompok Saddam tersebut menjadi kuat dan menguasai ekonomi negara. Sekitar 100 ribu anggota yang terdapat dalam kelompok Saddam, merekalah yang mengatur keamanan negara, organisasi intelejen Irak untuk mencapai tujuannya. Pengaruh Saddam sangat kuat, kami tak dapat menghilangkan itu. Orang Irak tidak dapat menjadi pemimpin kalau tak menjadi anggota Partai Baath. Hal ini sama dengan sistem partai di negara komunis, dimana sistem kontrol dipegang oleh satu kelompok dengan kekuatan yang luarbiasa.

Hal inilah yang membuat Saddam kuatir ada kelompok didalam yang ingin membunuhnya daripada serangan pihak Amerika. Mayoritas bangsa Irak menghargai keberanian Saddam menghadapi perang dan tidak ingin kehilangan dia. Dia selalu melakukan propaganda lewat televisi. Digambarkan berulang-ulang Saddam sedang berpidato untuk hal yang sama. Seperti anti barat, propaganda dengan kekuatan militer Irak. Parade penghormatan angkatan bersenjata kepada Saddam.

Bangsa Irak juga mempunyai motivasi untuk membangun negerinya, mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tetapi keadaan tidak menjadi baik dibawah Saddam, yang disebut rejim “king rats of the rats runing the country”.

Rejim Soeharto di Indonesia jatuh karena krisis ekonomi, apakah karena perang ini Saddam akan jatuh?
Irak adalah salah negara yang kaya di Timur Tengah, tidak hanya minyak tapi memiliki banyak sumber air, mungkin bisa saja jatuh karena perang. Yang jelas Saddam telah menyiapkan calon penggantinya jika ia jatuh. Dia pengontrol yang baik, contohnya Uday yang telah ia siapkan dengan baik. Sebenarnya rakyat Irak marah terhadap rencana suksesi Saddam itu. Banyak juga rakyat dan tentara terbunuh karena menentang rencana tersebut, malahan kebanyakan sanak saudaranya sendiri yang dibunuh.

Apakah rencana perang yang dilancarkan Amerika saat ini sama dengan tahun 1991? Anda juga mengatakan senjata hanya 5 persen yang dimiliki Irak, hanya 20 rudal Scud yang tersisa, apa benar?
Saat ini Irak saat ini memiliki 21-24 peluncur rudal termasuk 20 misil, tapi kami tidak dapat memastikannya. Yang jelas kondisi persenjataan itu sudah tidak baik.

Jadi Irak tidak mempunyai senjata yang tangguh ?
Kalau dibandingkan Amerika itu jelas. Tapi mereka mempunyai sisa persenjataan yang masih ada meski sedikit, tetapi mereka dapat menyerang balik. Mereka mempunyai bunker, dapat bersembunyi didalamnya. Jadi ini perang yang tidak mudah karena semangat superioritas tentara Irak yang tinggi dan rakyat terbiasa akan hal itu. Kekuatan tentara Irak ini terpusat di perkotaan terutama di Bagdad. Tetapi setiap tentara di Irak itu terlatih untuk berperang dengan baik dan loyalitas yang tinggi kepada Saddam. Sejak kecil anak-anak di Irak telah dilatih agar loyal kepada negara kalau tidak mereka akan mendapatkan hukuman yang berat. Mereka tidak peduli kalau peluru menembus tubuhnya asal tetap loyal kepada Saddam, itulah yang ditanamkan rejim Saddam.

Sejak perang teluk pertama negara Irak rusak parah dan tidak memiliki kekuatan yang sama lagi sekarang, bagaimana melawan serangan Amerika saat ini?
Sehabis perang itu, popularitas Saddam memang meningkat. Saddam kerap melakukan unjuk kekuatan ke pihak luar, misalnya menerbangkan pesawat helikopter-nya ke wilayah udara Kuwait, yang dilarang. Ini salah satu ketidakbijaksanaan politik Saddam. Tidak dapat dipertanyakan lagi bahwa Irak akan dapat melawan serangan dengan menggunakan senjata kimia-nya. Karena mereka mengenal dan mengerti soal persenjataan kimia tersebut. Saya setahun melakukan penelitian pencarian bahan uranium di Irak, tetapi menurut laporan terakhir lahan uranium ini telah dihancurkan.

Bagaimana soal unjuk kekuatan Amerika lewat pengeboman yang dilakukan kemarin?
Saya pikir hal itu tidak berpengaruh pada Saddam. Saat ini masih banyak orang yang tinggal diperkotaan memanggil Saddam dengan sebuatan Bapak. Karena figur Saddam dikenal sebagai pemberi makanan dan pakaian penduduk. Figur Saddam juga sangat didewakan dilihat dari banyaknya poster Saddam disetiap pojok kota. Tetapi menurut saya sebagian besar masyarakat Irak sudah tidak menginginkan Saddam.

Apakah masyarakat Irak akan menyambut kedatangan tentara Amerika masuk Bagdad?

Saya pikir sebagian penduduk akan menerima dan sebagian lagi akan bertahan habis-habisan karena Irak adalah tanah lahirnya. Tidak masalah siapa yang akan datang mereka akan tetap melawan, dan mungkin sangat kuat. Sebagian rakyat Irak tetap melawan karena mereka pikir Saddam masih kuat. Tetapi ada sebagian orang yang melihat perilaku Saddam sudah tidak normal. Kadang ia terduduk lama disebuah istana miliknya melihat siaran BBC yang menyiarkan demonstrasi di seluruh dunia. Dan dia mendapat kabar buruk soal serangan yang telah dilakukan Amerika. Tetapi dia masih berpikir dia masih bisa memenangkan perang ini. Sadam bagi saya sangat posesive terhadap dirinya sendiri, kalau dia ingin mati lebih baik ia mati dengan pistol yang ada ditangannya. Dan masyarakat Irak akan masih merasakan pengaruh Saddam kecuali jika sudah meninggal. Jadi saya pikir tidak mudah untuk mengalahkan Saddam. Apalagi kami tak tahu dimana ia bersembunyi.

Anda tahu dimana Saddam berada?
Saya pikir ia berada di istananya. Dalam 10 hari kami telah menginspeksi sekitar 10 ribu bangunan. Karena sebuah istana terdiri dari banyak bangunan. Contohnya, sebuah istana di pusat kota Bagdad, di kompleks istana itu terdapat sekurangnya 10 ribu orang yang bekerja didalamnya, semua fasilitas umum seperti : rumah sakit, dan fasilitas umum lain ada di dalamnya. Ini juga merupakan simbol negara. Sebuah istana yang indah dengan lantai marmer dan bangunan yang indah. Waktu kami melakukan inspeksi di dalam, istana tersebut sudah kosong. Jadi menurut saya hingga saat ini belum ada yang tahu kekuatan senjata biologi Irak yang sebenarnya, mungkin lewat perang inilah kita akan mengetahuinya. Pernah, dalam satu kali inspeksi kami dilarang oleh pejabat Irak untuk memeriksa sebuah ruangan. Diplomat yang ikut dengan kami juga melancarkan protes, dan pejabat Irak melarang dengan alasan tidak menjamin keselamatan kami, tetapi saat dibuka ruangan itu ternyata kosong. Irak juga dikenal telah mengembangkan teknologi senjata penghancur masal kimia generasi ketiga yang disebut Al-Muthanna, artinya tempat yang paling berbahaya di dunia.

Berapa jumlah istana yang dimiliki Saddam?
Kami telah melakukan inspeksi ke sebagian besar kompleks istana Saddam yang memiliki bunker dan terowongan.

Apakah istana itu ditinggali oleh Saddam dan keluarganya?
Ya, bahkan salah satu istana menjadi tempat tinggal utamanya. Tetapi Saddam kerap berpindah dari satu istana ke istana menggunakan terowongan yang menghubungkan istana satu dengan lainnya.

Apakah dia paranoid?
Ya dia agak paranoid, itu adalah salah satu alasan kenapa ia selalu berpindah-pindah.

Apakah benar rudal misil milik Irak yang mengarah ke Tel Aviv, hanya berisi batu dan semen?
Ya, itu benar. Itu seperti simbolik yang tertulis di dalam Al Quran dimana pasukan gajah dihancurkan oleh pasukan burung Ababil dengan menggunakan batu. Tetapi Irak memang mengandalkan senjata biologi dan kimia untuk perang. Belajar dari perang yang terdahulu Irak juga menyerang reaktor nuklir Israel. Karena Israel adalah musuh terburuk Irak. Irak akan melakukan hal ini apabila sudah terpojok. Masih dalam ingatan, Irak dalam rencananya perang teluk lalu, setelah menaklukan Kuwait, ia akan melanjutkan ke Saudi Arabia dan ke Israel sebagai sasaran utama. Paman Saddam adalah seorang pejuang yang membenci kaum Yahudi dan populer karena itu. Saddam mengikuti jejak pamannya itu. Karena itu rudal mili Irak yang mengarah ke Tel Aviv cuma berisi batu dan semen, Cuma untuk menakut-nakuti, tak bakal meledak kalau diluncurkan ke negeri Yahudi itu.

Kalau dilihat kekuatan senjata yang tak seimbang antara Irak dan AS, tampaknya AS hanya memaksakan perang sesuai kehendaknya, walaupun tak disokong PBB?
Itu tak benar. Sampai saat ini soal legalitas penyerangan masih dibicarakan di dewan keamanan PBB

Pada perang teluk I, Amerika didukung oleh sebagian besar negara di dunia? Bagaimana dengan sekarang?
Perang kali ini, kekuatan barat dipengaruhi oleh ketakutan akan serangan balik yang akan dilancarkan Irak karena memiliki senjata pemusnah missal, maka lebih baik menyerang dulu. Saya pikir psikologis Amerika telah berubah selamanya sejak tragedi 11 September. Mungkin untuk 10 tahun anda tidak dapat menyetop hal ini.

Apakah serangan ini juga akan dilancarkan ketempat-tempat yang berpotensi memiliki senjata pemusnah?
Secara garis besar, ya.

Apakah Amerika dapat menyerang dan pergi meninggalkan korban yang tidak bersalah?
Saya kira tidak. Amerika hanya akan menghancurkan lokasi-lokasi produksi senjata pemusnah masal dan tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah. Mereka hanya akan menangkap orang-orang yang dianggap terlibat setelah perang usai. Saya pikir pada perang ini Saddam akan menggunakan senjata kimianya, dan akan mengakibatkan kerusakan yang dasyat dan luas. Karena Saddam dengan jelas telah mendemonstrasikan senjata tersebut, oleh sebab itu Amerika punya alasan untuk melakukan penyerangan.

Tetapi kan saat ini Saddam sudah terpojok?
O, itu hal yang berbeda. Itu tidak berpengaruh pada pada sebuah peperangan karena ia akan menggunakan senjata biologinya juga. Saat ini Amerika sedang melancarkan serangan untuk menghancurkan akses komunikasi Saddam agar dia tidak mengeluarkan perintah untuk menggunakan senjata biologi. Yang dikawatirkan Irak dapat menyerang kenegara-negara musuhnya khususnya Amerika.

Seberapa bahayanya penduduk sipil Irak?
Penduduk Irak sudah terbiasa dengan perang seperti ini. Mereka biasa melihat tentara datang dan pergi. Satu hal yang mengejutkan saya saat perang Irak I, kota Bagdad hanya mengalami kerusakan yang tidak besar. Apalagi saat ini Amerika menggunakan senjata yang lebih pintar dan canggih, mungkin kerusakan yang tidak perlu akan terhindari. Target pertama adalah menghancurkan target-target militer dan menjatuhkan rejim Saddam.

Berapa besar kemungkinan Saddam akan menggunakan penduduk sipil sebagai tameng hidup?
Itu sangat mungkin. Karena hal itu telah ia lakukan sebelumnya pada perang teluk I. Apalagi untuk kota Bagdad yang memiliki organisasi keamanan khusus yang dijalankan oleh Qusay salah satu anaknya

Apakah ada kemungkinan terjadinya pembelotan jenderal?
Itu mungkin saja terjadi karena banyaknya orang-orang Irak yang hidup diluar Irak. Mereka bisa saja ke sana.

Apakah mereka telah mempersiapkannya saat ini?
Saya kira ada. Apalagi jika itu adalah harapan satu-satunya. Karena mereka tidak dapat mengantungkan harapan menang atau tidaknya Irak dalam perang ini.

Propaganda adalah salah satu media Saddam untuk mempengaruhi masyarakat Irak, apakah itu akan berhasil?

Ya, saya pikir berhasil. Karena propaganda itu juga telah mempengaruhi saya. Ini bukan hanya sekedar cuci otak buat masyarakat Irak tetapi menimbulkan nasionalisme kepada negara.

Pernahkah anda melihat senjata Irak seperti dokumen yang dilansir oleh Amerika?
Ya, saya melihat ribuan dokumen senjata Irak. Saya telah melakukan inspeksi diberbagai tempat berbagai fasilitas, pabrik senjata pemusnah masal. tapi saya tidak melihat senjata milik Irak itu seperti yang disebut dalam dokumen milik Amerika.

Anda yakin anda akurat?
Ya, saya yakin. Tapi saya juga yakin senjata milik Irak yang tersisa masih sangat membahayakan dunia. Menurut Amerika, Irak masih memiki 9 ribu liter antraks dan menurut saya ini angka yang tidak signifikan. Tapi saya hanya dapat mengatakan bahwa Irak dapat membuat senjata biologi yang sangat berbahaya jika dibiarkan.

Apakah penyerangan terhadap Irak ini disebabkan tragedi 11 September?
Saya kira memang penyerangan tentara Amerika ke Irak disebabkan oleh penyerangan 11 September. Penyerangan ini juga tidak sebabkan karena minyak. Amerika adalah negara yang besar dan kaya, mereka dapat dengan mudah membeli minyak jika mereka ingin.

Tapi bukankah dengan serangan ini Amerika dapat mengontrol minyak dunia?
Saya kira bukan mengontrol minyak, tapi melakukan kontrol terhadap Timur Tengah. Saya pikir ini yang lebih besar dari pada masalah minyak. Sebagaimana kita tahu wilayah ini memang masih terus memanas seperti kasus Palestina dengan Israel. Mungkin setelah itu negara Saudi Arabia akan masuk kedalam sebuah krisis keamanan internal. Hal ini dipertegas dengan sulitnya kehidupan keluarga raja disana. Beberapa keluarga kerajaan juga telah berhubungan dengan berbagai relasi untuk membangun kehidupan yang lebih demokratis disana. Sebagian besar masyarakat Saudi yang berpendidikan tinggi, tidak memberikan sumbangan yang nyata kepada kehidupan bermasyarakat. Jadi telah terjadi kerusakan intelektual. Dari situ kita tahu bahwa negara ini mempunyai kontribusi besar bagi pendanaan kegiatan teroris.

Berapa lama perang ini akan berlangsung?

Saya kira tidak ada satupun orang yang tahu kapan perang ini berlangsung atau selesai. Meskipun pertanyaan ini langsung ditanyakan kepada Amerika. Perang saat ini akan lebih sulit dibandingkan perang yang pertama. Walaupun saat ini pasukan koalisi telah memasuki perbatasan Kuwait-Irak, saya belum dapat memprediksikannya keberhasilan penyerangan ini. Saya pikir serangan-serangan yang menekan akan terus dilakukan oleh Amerika. Dengan menjatuhkan bom-bom dilokasikan ke tempat-tempat fasilitas militer.

Saya mendengar Irak akan melancarkan strategi perang kota?
Ya, perang kota memang salah satu perang yang akan sulit ditaklukan. Untuk memenangkan perang ini Amerika dan sekutunya harus mencari musuh dari rumah ke rumah, dengan konsekuensi penduduk sipil akan banyak yang menjadi korban. Amerika akan mengalami kesulitan jika harus berperang dengan cara seperti ini. Oleh sebab itu Amerika akan melancarkan serangan udara dan darat menggempur kota Bagdad. Kota strategis yang diduga akan dijadikan lokasi perang kota. Amerika akan keok kalau sampai terjadi perang kota

Kenapa?

Karena, pasukan khusus Irak yang bernama Garda Republik, sangat kuat dan lebih terlatih. Walaupun senjatan mereka hanya senjata lama milik Uni Sovyetm AK 47, mereka sangat terlatih dan radikal, bahkan lebih baik dari Delta Force yang dimiliki AS. Apalagi loyalitas pasukan ini kepada Saddam semakin tinggi semangatnya. Pendapat saya kemampuan tentara Irak berperang adalah yang terbaik diantara pasukan-pasukan perang di negara manapun di dunia. Saya memperkirakan di Irak terdapat sekurangnya 100 ribu pasukan yang mempunyai kemampuan perang yang baik.

Bagaimana cara Saddam bersembunyi?

Saddam memiliki banyak sekali istana duia tentu akan berpindah-pindah. Bahkan, diistana-istana itu, seperti adat Saddam, tetapi ternyata hanya orang yang mirip Saddam. Saya yakin banyak orang bertugas menyamar seperti Saddam, dan itu merupakan suatu pekerjaan. Hampir sebagian besar warga Irak, yang pria memiliki kumis seperti Saddam. Kumis buat warga Irak adalah lambang kejantanan.